Kolaborasi UICI-KP2MI Tingkatkan Kualitas SDM Pekerja Migran

Jum'at, 17 April 2026 - 08:31 WIB
loading...
Kolaborasi UICI-KP2MI...
Penandatanganan kerja sama strategis itu dilakukan di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta pada Kamis (16/4/2026). Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan kerja sama strategis itu dilakukan di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta pada Kamis (16/4/2026).

Adapun kerja sama tersebut difokuskan pada sinergi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dalam rangka memperkuat pelindungan sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia pekerja migran Indonesia. MoU ditandatangani langsung oleh Rektor UICI Asep Saefuddin bersama Menteri P2MI Mukhtarudin.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas peran perguruan tinggi dalam mendukung agenda nasional terkait peningkatan kompetensi tenaga kerja migran. Asep Saefuddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan KP2MI kepada UICI.

Baca juga: Rismon Sianipar Cabut Gugatan soal Penyetaraan Ijazah Gibran



Dia menegaskan bahwa sebagai kampus berbasis digital, UICI memiliki keunggulan dalam memberikan akses pendidikan yang fleksibel bagi pekerja migran, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Sebagai universitas berbasis digital, kami siap meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan para pekerja migran, tidak hanya saat mereka berada di Indonesia, tetapi juga ketika bekerja di luar negeri. Sistem pembelajaran kami memungkinkan mereka belajar dari mana saja dan kapan saja,” katanya.

Dia menuturkan, keterlibatan UICI dalam kerja sama ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya pekerja migran, agar lebih kompeten dan mampu bersaing di tingkat global.

Selain MoU antara UICI dan Kementerian P2MI, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan 11 MoU dan 6 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai perguruan tinggi mitra lainnya. Hal ini menunjukan komitmen kuat pemerintah dalam menggandeng dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja migran Indonesia.

Dia mengungkapkan, pemerintah tengah membangun ekosistem pekerja migran yang komprehensif, mulai dari penyiapan sumber daya manusia, proses penempatan, hingga pemberdayaan. Dalam hal ini, perguruan tinggi dinilai memiliki peran krusial dalam mencetak tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.

Mukhtarudin juga menegaskan bahwa kementeriannya berperan sebagai regulator dan fasilitator yang menjembatani kebutuhan dunia kerja internasional dengan kapasitas lembaga pendidikan. “KP2MI tidak memiliki instrumen untuk mencetak tenaga kerja terampil, sementara perguruan tinggi memiliki kapasitas tersebut. Kami akan memastikan adanya link and match antara kebutuhan global dengan kompetensi yang disiapkan oleh perguruan tinggi,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui kolaborasi ini, UICI diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai kampus digital yang mampu menjangkau pekerja migran Indonesia di berbagai negara, sekaligus mendukung terwujudnya tenaga kerja migran yang lebih terampil, adaptif, dan berdaya saing global.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SOKSI dan P2MI Teken...
SOKSI dan P2MI Teken MoU Dorong Pekerja Migran Terampil
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Kasus TPPO Turun Signifikan,...
Kasus TPPO Turun Signifikan, Hendarsam: Kerentanan di Daerah Migran Masih Tinggi
Ratifikasi Konvensi...
Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perlindungan Pekerja Laut Perlu Diperkuat
Prihatin Kapal TKI Ilegal...
Prihatin Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Malaysia, DPR: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 3.570 WNI dari Malaysia
Mahasiswa dan Pekerja...
Mahasiswa dan Pekerja Asing Kini akan Dipaksa Tinggalkan AS untuk Ajukan Green Card
Teken MoU, Budi Luhur...
Teken MoU, Budi Luhur University Perluas Kerja Sama Akademik Internasional
Kisah Deni Maulana,...
Kisah Deni Maulana, Anak PMI Yordania yang Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
Rekomendasi
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Berita Terkini
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved