Lili Romli Nilai Buku Ilmu Politik Boni Hargens Layak Jadi Referensi
Minggu, 12 April 2026 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
"Bagaimana Boni mencoba memasukkan intelijen dan demokrasi di mana intelijen bisa memperkuat demokrasi dengan titik temunya keamanan negara atau kepentingan nasional. Hanya tentu masih ada pertanyaan terbuka, apakah intelijen bisa sepenuhnya demokratis? Bisakah intelijen dijadikan instrumen penguatan demokrasi atau bisa sebaliknya, seperti kasus aktivis Kontras Andrie Yunus," kata Karyono.
Peneliti BRIN Syafuan Rozi mengajak semua stakeholder khususnya para aktor politik untuk membaca buku Ilmu Politik Boni Hargens untuk memperkaya perspektif dan ilmu politik sehingga perdebatan dan pengambilan keputusan atau kebijakan benar-benar berlandaskan pada dasar politis-filosifis yang kuat, yakni kebaikan bersama, bangsa dan negara.
Buku Ilmu Politik Boni Hargens ini terdiri dari 582 halaman yang terbagi dalam 10 bab dengan sejumlah pembahasan inti, mulai dari topik terkait teori dan pendekatan ilmu politik, kekuasaan dan negara, sistem politik, ideologi politik, partai politik dan pemilu, pengaruh teknologi digital terhadap ilmu politik serta intelijen dan demokrasi di era digital. Buku Boni Hargens ini sudah dicetak 2 kali, yakni pada Oktober 2025 dan Februari 2026.
Boni Hargens dikenal sebagai intelektual muda kelahiran Manggarai, Flores, NTT. Boni sempat mengenyam pendidikan filsafat di STF Driyarkara sebelum akhirnya menempuh studi ilmu politik di Universitas Indonesia.
Boni juga mengikuti perkuliahan pascasarjana di Program Studi Asia Tenggara di Universitas Humboldt di Berlin dengan beasiswa dari KAAD sebelum akhirnya meraih gelar doktor filsafat di bidang Kebijakan Publik dan Administrasi dari Universitas Walden, Minneapolis, Amerika Serikat.
Disertasi doktoral Boni merupakan perkawinan teori kartel dan teori oligarki dalam proporsi baru yang disebut "kartelisasi oligarkis" dengan fokus pada dinamika politik Indonesia sesudah Rezim Soeharto (1966-1998). Disertasi doktoral Boni Hargens ini terbit menjadi sebuah buku di Pennsylvania, Amerika Serikat tahun 2020 dan masih dijual terbuka di situs dunia seperti Amazon dengan judul 'Oligarchic Cartelization in Post-Suharto Indonesia'.
Peneliti BRIN Syafuan Rozi mengajak semua stakeholder khususnya para aktor politik untuk membaca buku Ilmu Politik Boni Hargens untuk memperkaya perspektif dan ilmu politik sehingga perdebatan dan pengambilan keputusan atau kebijakan benar-benar berlandaskan pada dasar politis-filosifis yang kuat, yakni kebaikan bersama, bangsa dan negara.
Buku Ilmu Politik Boni Hargens ini terdiri dari 582 halaman yang terbagi dalam 10 bab dengan sejumlah pembahasan inti, mulai dari topik terkait teori dan pendekatan ilmu politik, kekuasaan dan negara, sistem politik, ideologi politik, partai politik dan pemilu, pengaruh teknologi digital terhadap ilmu politik serta intelijen dan demokrasi di era digital. Buku Boni Hargens ini sudah dicetak 2 kali, yakni pada Oktober 2025 dan Februari 2026.
Boni Hargens dikenal sebagai intelektual muda kelahiran Manggarai, Flores, NTT. Boni sempat mengenyam pendidikan filsafat di STF Driyarkara sebelum akhirnya menempuh studi ilmu politik di Universitas Indonesia.
Boni juga mengikuti perkuliahan pascasarjana di Program Studi Asia Tenggara di Universitas Humboldt di Berlin dengan beasiswa dari KAAD sebelum akhirnya meraih gelar doktor filsafat di bidang Kebijakan Publik dan Administrasi dari Universitas Walden, Minneapolis, Amerika Serikat.
Disertasi doktoral Boni merupakan perkawinan teori kartel dan teori oligarki dalam proporsi baru yang disebut "kartelisasi oligarkis" dengan fokus pada dinamika politik Indonesia sesudah Rezim Soeharto (1966-1998). Disertasi doktoral Boni Hargens ini terbit menjadi sebuah buku di Pennsylvania, Amerika Serikat tahun 2020 dan masih dijual terbuka di situs dunia seperti Amazon dengan judul 'Oligarchic Cartelization in Post-Suharto Indonesia'.
(rca)
Lihat Juga :