'Soldier of Fortune' di Timur Tengah: Amerika–Israel dan Perang Tanpa Arah

Minggu, 12 April 2026 - 07:51 WIB
loading...
Soldier of Fortune di...
Eko Ernada, Dosen Hubungan Internasional, Universitas Jember dan Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur. Foto/Dok.SindoNews
A A A
Eko Ernada
Dosen Hubungan Internasional, Universitas Jember
Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur.

PADA 1974, di tengah dunia yang diliputi ketidakpastian pasca-Perang Vietnam dan krisis global, Deep Purple merilis lagu Soldier of Fortune—sebuah balada tentang seorang pengembara yang terus berjalan tanpa arah, membawa pengalaman dan kemenangan, tetapi kehilangan tujuan hidupnya. Lagu itu bukan tentang perang dalam arti literal, melainkan tentang kekosongan setelah perjalanan panjang yang tak pernah benar-benar sampai ke tujuan.

Hari ini, hampir setengah abad kemudian, metafora itu menemukan bentuk barunya dalam geopolitik. Dalam konflik dengan Iran, Amerika Serikat—bersama Israel—tampil seperti “soldier of fortune” modern: kekuatan besar yang mampu mendominasi medan tempur, tetapi terus bergerak tanpa kejelasan tentang bagaimana dan di mana konflik ini akan berakhir.

Sejarah sebenarnya sudah berulang kali memberikan cermin. Di Vietnam, kekuatan militer Amerika Serikat tidak mampu mengonversi dominasi tempur menjadi kemenangan politik yang berkelanjutan. Di Irak dan Afghanistan, intervensi cepat berubah menjadi keterlibatan panjang dengan hasil yang ambigu.

Bahkan pengalaman Uni Soviet di Afghanistan menunjukkan pola serupa: kekuatan besar masuk dengan keunggulan militer, tetapi keluar dengan kelelahan strategis dan hasil yang tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Polanya konsisten—bukan pada kalah atau menang, melainkan pada kesulitan mendefinisikan akhir dari perang itu sendiri.

Dalam konteks ini, pengingat klasik dari Carl von Clausewitz tetap relevan: perang selalu terikat pada tujuan politik. Ketika tujuan itu kabur, maka kemenangan militer—seberapa pun meyakinkannya—tidak pernah benar-benar selesai. Ia hanya menunda fase berikutnya dari konflik.

Perkembangan terbaru menunjukkan adanya upaya ceasefire terbatas di tengah eskalasi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Namun, gencatan senjata yang diumumkan tidak serta-merta menghadirkan kepastian. Ia lebih menyerupai jeda dalam ketidakpastian—pause without closure.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Rekomendasi
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Meriah! Road To Kilau...
Meriah! Road To Kilau Raya MNCTV Guncang Mojokerto dengan Penampilan Inul Daratista dan Happy Asmara
Berita Terkini
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved