Ungkap Kasus KontraS, Lemkapi Minta TNI Dalami Temuan Komnas HAM

Kamis, 09 April 2026 - 12:23 WIB
loading...
Ungkap Kasus KontraS,...
Pakar Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta Edi Hasibuan meminta TNI mendalami temuan Komnas HAM dalam kasus Andrie Yunus. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Temuan Komnas HAM yang menyebut pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus lebih dari empat orang perlu di dalami. Komnas HAM memperkirakan jumlah pelaku mencapai belasan orang.

Pakar Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta Edi Hasibuan mengatakan, temuan Komnas HAM ini sangat baik dan perlu didalami kebenarannya. Apalagi Komnas HAM menyebut belasan pelaku.

"Kita minta penyidik TNI perlu mendalami ini. Tidak tertutup kemungkin juga ada pihak sipil didalamnya," katanya, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Komnas HAM Yakin Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Lebih dari 4

Anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini menyebut kasus penyiraman air keras begitu mendapat sorotan masyarakat. Edi berharap penyidik TNI menangani kasus ini secara transparan.

"Kalau ditemukan ada indikasi keterlibatan sipil, kita sarankan sebaiknya melibatkan penyidik kepolisian. Karena kasus tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Kami melihat ini bagian dari transparansi dalam penanganan kasusnya," katanya.

Lihat video: Komnas HAM Bentuk Tim Khusus untuk Pantau Kasus Teror Aktivis KontraS


Direktur Eksekutif Lemkapi ini menambahkan, soal apakah perlu dilakukan pengadilan koneksitas, hal itu tergantung kepada hasil penyelidikan lapangan. Jika ditemukan ada bukti kuat dan keterlibatan unsur sipil seharusnya menggunakan pengadilan koneksitas.

"Pengadilan koneksitas ini dalam praktiknya melibatkan penyidik militer untuk pelaku TNI dan penyidik kepolisian untuk unsur sipilnya. Semua itu nanti diputuskan oleh Jaksa Agung ketika ditemukan ada bukti kuat pelaku dari kalangan sipil. Kami melihat semua itu tergantung hasil penyidikan lapangan," katanya.

Sebelumnya, Komnas HAM menyampaikan hasil investigasi teranyar dalam kasus dugaan pelanggaran HAM penyerangan air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus.

Komisioner Komnas HAM Saurlin Siagian menyebut, jumlahnya tidak sebatas empat orang namun berjumlah belasan.

“Per hari ini, kita punya indikasi lebih dari empat lebih dari empat, ada indikasi lebih dari empat. Ya belasan,” katanya saat jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Vonis 3 Prajurit TNI...
Vonis 3 Prajurit TNI Bikin Keluarga Kacab Bank Menangis Kecewa
Polda Metro Jaya Tak...
Polda Metro Jaya Tak Bawa Seluruh Bukti di Sidang Praperadilan, TAUD: Hambat Penegakan Hukum
Rekomendasi
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang PK Hari Ini, Bakal Hadir di PN Jaksel?
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Berita Terkini
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Kasus Izin Tinggal WNA,...
Kasus Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved