Jusuf Kalla di Pusaran Krisis Kebenaran dan Viralitas

Senin, 06 April 2026 - 16:47 WIB
loading...
A A A
Dalam kerangka teoretis, kondisi ini telah lama diperingatkan oleh Jürgen Habermas (1981): ruang demokrasi bergantung pada komunikasi yang bebas dari distorsi. Namun, hari ini ruang publik justru dipenuhi distorsi, di mana argumen tidak lagi diuji melalui rasionalitas, melainkan melalui popularitas. Cass Sunstein (2017) menambahkan bahwa manusia cenderung mengonsumsi informasi yang menguatkan keyakinannya—membuat disinformasi menemukan audiens yang siap mempercayainya.

Demokrasi dalam Cengkeraman Algoritma


Kita sedang menyaksikan pergeseran dari demokrasi deliberatif menuju apa yang dapat disebut sebagai demokrasi algoritmik. Dalam sistem ini, kebenaran tidak ditentukan oleh kualitas argumen, melainkan oleh kecepatan distribusi.

Di Indonesia, persoalan ini diperparah oleh literasi digital yang belum merata dan budaya berbagi informasi tanpa verifikasi. Dalam situasi seperti ini, spekulasi dengan mudah berubah menjadi “kebenaran alternatif”. Kecepatan menyampaikan pesan dilakukan tanpa mempertimbangkan ketepatan berita.

Tuduhan terhadap figur seperti Jusuf Kalla bukan sekadar serangan personal. Ia adalah produk dari ekosistem yang memungkinkan opini tanpa dasar memperoleh legitimasi sosial. Ketika publik kehilangan kemampuan—atau kemauan—untuk membedakan fakta dari opini, ruang publik berubah menjadi arena kebisingan.

Penutup: Ketika Kebenaran Harus Diperjuangkan


Jika demokrasi ingin bertahan, literasi publik harus naik kelas: dari sekadar mengetahui fakta menjadi memahami bagaimana fakta dimanipulasi. Sebab, di zaman ini, kebohongan paling berbahaya bukan yang sepenuhnya salah, melainkan yang terasa benar.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, kita tidak hanya kehilangan kepercayaan terhadap informasi—kita kehilangan fondasi demokrasi itu sendiri. Demokrasi tidak mungkin berdiri di atas kecurigaan yang tak diverifikasi. Ia membutuhkan warga yang berpikir, bukan sekadar bereaksi; yang memeriksa, bukan sekadar membagikan.

Ketika setiap orang merasa berhak memproduksi “kebenaran” versinya sendiri tanpa tanggung jawab, yang runtuh bukan hanya reputasi individu, tetapi juga akal sehat kolektif.

Hari ini, disinformasi menimpa kembali Jusuf Kalla. Kemarin, tokoh Susilo Bambang Yudhoyono dikaitkan dengan kasus ini juga. Besok, tokoh siapa menjadi korban? Jika aparat penegak hukum bekerja sendirian tanpa dukungan ekosistem literasi, pemangku kepentingan di ranah digital, dan tanggung jawab publik, maka siklus ini akan terus berulang.

Dan pada akhirnya, tersisa satu pertanyaan mendasar: masihkah kita peduli pada kebenaran, atau kita sudah sepenuhnya tunduk pada kegaduhan?
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
Kasus Ijazah Palsu Jokowi...
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Janggal, Troya Minta Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polisi
Jelang P21 Kasus Roy...
Jelang P21 Kasus Roy Suryo Cs, Polda Metro Masih Tunggu Penelitian Berkas dari Kejaksaan
Rekomendasi
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Berita Terkini
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved