Kutip Pesan Paus Leo XIV, Kardinal Suharyo: Doa Pemimpin yang Memaklumi Perang Tak Akan Didengar

Minggu, 05 April 2026 - 17:02 WIB
loading...
Kutip Pesan Paus Leo...
Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo menegaskan Gereja Katolik dunia akan terus mengupayakan perdamaian. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo menegaskan Gereja Katolik dunia akan terus mengupayakan perdamaian. Hal itu, menurutnya, sejalan dengan cita-cita Pemimpin Umat Katolik Dunia, Paus Leo XIV.

"Kita ingat ketika Paus menampilkan diri pertama kali di mimbar di Basilika Santo Petrus, kalimat pertama yang beliau ucapkan adalah 'Semoga damai Tuhan menyertai seluruh dunia ini'. Itu artinya beliau sungguh-sungguh ingin menyatakan bahwa masa kepemimpinan pelayanan saya sebagai Paus, saya akan mengusahakan perdamaian," ujar Kardinal Suharyo, Minggu (5/4/2026).

Suharyo menjelaskan, Paus Leo XIV dalam kepemimpinannya tidak memiliki angkatan bersenjata. Karena itu, upaya perdamaian ditempuh melalui keteguhan moral. Suharyo juga menyinggung pernyataan keras Paus Leo XIV yang mengutuk peperangan. Paus menegaskan pemimpin yang memaklumi perang tidak akan didengar doanya.

Baca juga: Misa Minggu Paskah di Gereja Katedral Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo Ingatkan Pesan Pertobatan Ekologis

"Oleh karena itu, bahkan dengan kata-kata yang sangat keras mengenai perang, beliau mengatakan 'Doa para pemimpin yang memaklumkan perang tidak akan didengarkan oleh Tuhan'. Kata-kata keras sekali," tegas Suharyo.

Suharyo menilai peperangan saat ini sangat mengerikan karena melanggar hukum internasional serta deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Suharyo juga menegaskan perang tidak menghasilkan kebaikan apa pun.

"Kita semua tahu kali ini perang yang berlangsung sekarang ini dengan segala macam hal yang mengerikan itu adalah pelanggaran terhadap hukum internasional, pelanggaran terhadap deklarasi PBB," ungkap Suharyo.

Lihat video: Gereja Katedral Gelar Ibadah Misa Paskah 4 Sesi


"Jadi buahnya apa? Buahnya atau tidak ada buahnya, yang ada adalah akibat yang sangat buruk bukan hanya bagi dunia, bagi bumi, tetapi bagi umat manusia. Ini posisi yang jelas di dalam Gereja Katolik yang dinyatakan secara jelas pula oleh Paus Leo ke-14," sambung dia.

Kardinal Suharyo pun mengajak umat Katolik untuk terus mendoakan perdamaian dunia sebagaimana pesan Paus Leo XIV. Suharyo berharap umat dapat menjadi terang di tengah situasi dunia yang penuh kegelapan.

"Ketika kita berjumpa dengan kekuatan kegelapan yang tampil di dalam pemimpin-pemimpin yang gelap mata, ya dunianya akan menjadi seperti ini. Tapi saya yakin di tengah-tengah kegelapan itu selalu ada kalaupun bukan terang besar tetapi lilin kecil yang menerangi kemanusiaan itu," tandas dia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sudirman Said dan Forum...
Sudirman Said dan Forum Lintas Generasi Temui Kardinal Suharyo serta KWI
Keuskupan Agung Jakarta-Komunitas...
Keuskupan Agung Jakarta-Komunitas Heaven Mikael Gelar Jakarta Eucharistic Revival 2026
Pesan Natal 2025 Kardinal...
Pesan Natal 2025 Kardinal Suharyo: Keuskupan Agung Jakarta Dengungkan Pertobatan Ekologis
Kardinal Suharyo Soroti...
Kardinal Suharyo Soroti Merosotnya Moralitas dan Sampaikan Pesan Paus tentang Bahaya Korupsi
Kardinal Ignatius Suharyo...
Kardinal Ignatius Suharyo Imbau Umat Katolik Turut Prihatin Bencana Sumatera di Natal 2025
HUT ke-79 Bhayangkara,...
HUT ke-79 Bhayangkara, Kardinal Suharyo Harap Slogan Polri untuk Masyarakat Terwujud
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Kecerdasan Buatan Tidak...
Kecerdasan Buatan Tidak Beretika, Paus Leo Memperingatkan Bahaya AI
Uskup Agung Merauke...
Uskup Agung Merauke Angkat Bicara Soal PSN Papua Selatan
Rekomendasi
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved