Talent Hoarding: Ketika Prestasi Kerja Malah Jadi Bumerang yang Berbahaya

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:12 WIB
loading...
A A A
Motifnya sangat egois: demi mengamankan pencapaian target unit kerjanya sendiri. Atasan ini enggan mengambil risiko mendelegasikan pekerjaan kepada pegawai lain, sehingga informasi lowongan internal ditutupi, penilaian kinerja dimanipulasi agar sang bintang tampak "belum siap" promosi, atau rekomendasi mutasi dipersulit. Ini bukanlah pembinaan, ini adalah penyanderaan karier. Pegawai dibuat merasa stagnan, kehilangan otonomi, dan ujung-ujungnya mengalami demotivasi akut.

Praktik egois ini memicu efek domino yang mengerikan. Alih-alih mendapatkan ruang untuk berkembang, sistem ini tanpa sadar justru mempraktikkan punish the competence, menghukum mereka yang kompeten.

ASN yang ditahan ini justru "dihukum" dengan cara terus-menerus diandalkan, dieksploitasi, dan dihujani dengan beban kerja (workload) yang tidak manusiawi. Hadiah untuk kinerja yang cemerlang bukanlah penghargaan atau promosi, melainkan tumpukan tanggung jawab dan tugas krusial yang jauh lebih banyak.

Data dari layanan konseling Employee Assistance Program (EAP) di instansi strategis pada akhir tahun 2025 membuka tabir duka ini. Tercatat bahwa beban kerja berlebih (work-overload) menjadi biang keladi utama penderitaan pegawai, menyumbang 33,3% dari total masalah pekerjaan pada Oktober 2025. Pegawai menjerit tertatih-tatih. Mereka melaporkan kecemasan, kelelahan ekstrem (burn out), hingga perasaan kosong karena harus bekerja memikul beban unit kerja.

Dalam kacamata teori Job Demands-Resources (JD-R), tuntutan pekerjaan yang irasional ini menyedot habis energi fisik dan mental pegawai tanpa ampun. Di titik ini, inisiatif employee wellbeing yang digaungkan pemerintah hanya terdengar seperti angan-angan belaka ketika akar masalahnya, yaitu eksploitasi talenta, dibiarkan merajalela.

Lingkungan kerja yang beracun ini menuntut kita mempertanyakan kembali esensi kepemimpinan di instansi pemerintah. Birokrasi yang dinamis tidak hanya butuh mandor yang pandai menagih target, tetapi pemimpin yang mempraktikkan Health Promoting Leadership (HPL).

Konsep yang diperkenalkan oleh Bregenzer et al. (2020) ini bukanlah sekadar jargon. Bregenzer mendefinisikan HPL sebagai gaya kepemimpinan di mana atasan secara aktif menunjukkan kesadaran, kepedulian, dan tindakan nyata untuk melindungi kesehatan bawahannya. Pemimpin sejati dalam kacamata HPL wajib memiliki keterampilan mendengarkan (listening skills) yang baik serta kepekaan tingkat tinggi terhadap tanda-tanda kelelahan (burnout) pada timnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mensos Tegaskan Pemain...
Mensos Tegaskan Pemain Judol dan ASN Tak Lagi Jadi Penerima Bansos
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Status Quo Jabatan Fungsional...
Status Quo Jabatan Fungsional ASN
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
Deteksi Dini Kanker...
Deteksi Dini Kanker Serviks, DWP BNPP RI Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Pendaftaran Poltek SSN...
Pendaftaran Poltek SSN 2026 Segera Dibuka? Lulusan Bisa Jadi CPNS
WFH ASN Setiap Jumat...
WFH ASN Setiap Jumat Diklaim Bikin Negara Hemat Rp1,95 Triliun, Begini Hitungannya
Rekomendasi
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
KPK Sita Uang-Perhiasan...
KPK Sita Uang-Perhiasan usai Geledah Rumah Dinas Bupati dan Kantor Dinas Kabupaten Sukoharjo
TKBM Pelabuhan Ungkap...
TKBM Pelabuhan Ungkap Platform Digital Dermaga Atasi Masalah Bongkar Muat
Pemerintah Bakal Batasi...
Pemerintah Bakal Batasi Konten LGBT, Aturan Teknis Masih Disiapkan
Prabowo Kumpulkan Menteri...
Prabowo Kumpulkan Menteri hingga Kepala Lembaga ke Istana, Ada Apa?
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Wakaf, BWI Dorong Sertifikasi Nazir secara Masif
Program Mandatori B50...
Program Mandatori B50 Wujudkan Swasembada Energi
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved