DPR: WFH 1 Hari Seminggu Belum Tentu Efektif Turunkan Konsumsi BBM

Jum'at, 27 Maret 2026 - 16:36 WIB
loading...
DPR: WFH 1 Hari Seminggu...
Meskipun upaya menekan subsidi energi diperlukan di tengah gejolak harga minyak dan ketidakpastian geopolitik, penerapan WFH satu hari belum tentu efektif menurunkan konsumsi BBM. Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna meminta pemerintah mengkaji ulang wacana penerapan Work From Home (WFH) sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak ( BBM ). Menurutnya, kebijakan tersebut harus didasarkan pada perhitungan yang matang.

Menurut Ateng, meskipun upaya menekan subsidi energi diperlukan di tengah gejolak harga minyak dan ketidakpastian geopolitik, penerapan WFH satu hari belum tentu efektif menurunkan konsumsi BBM .

"WFH satu hari belum tentu efektif menurunkan konsumsi BBM. Ada potensi pergeseran aktivitas, dari mobilitas kerja menjadi mobilitas nonesensial," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga: Hemat BBM, Pemerintah Terapkan WFH ASN dan Swasta Usai Lebaran

Ia menilai pendekatan WFH satu hari terlalu sederhana dalam membaca pola konsumsi masyarakat. Sebab, masyarakat tetap berpotensi melakukan perjalanan meski bekerja dari rumah.

Ateng juga menyoroti waktu pelaksanaan WFH yang berdekatan dengan akhir pekan. Menurutnya, kondisi ini justru dapat mendorong peningkatan mobilitas ke luar kota.

Selain itu, ia mengingatkan adanya potensi dampak ekonomi yang perlu diperhatikan. Berkurangnya aktivitas perkantoran dinilai dapat menekan pendapatan pelaku usaha kecil di sekitar kawasan kerja, seperti pedagang kaki lima hingga pengemudi transportasi daring.

"Jangan sampai kebijakan penghematan energi justru memukul ekonomi rakyat kecil yang bergantung pada aktivitas harian di kawasan perkantoran," ujarnya.

Di sisi lain, Ateng menilai kebijakan WFH tidak sepenuhnya menghilangkan biaya operasional, melainkan hanya mengalihkan beban ke rumah tangga, seperti peningkatan konsumsi listrik. Hal ini, menurutnya, membuat efektivitas WFH dalam konteks penghematan energi perlu dipertanyakan.



Karena itu, ia menegaskan bahwa kebijakan penghematan energi seharusnya difokuskan pada pembenahan sistem distribusi subsidi agar lebih tepat sasaran. "Masalah utamanya bukan pada jumlah konsumsi semata, tetapi pada siapa yang menikmati subsidi. Ini yang harus dibenahi."

Ateng pun mendorong pemerintah memperketat penyaluran BBM bersubsidi, termasuk membatasi penggunaannya bagi kendaraan dengan kapasitas mesin besar. Langkah ini dinilai lebih berdampak langsung dalam menekan konsumsi tanpa membebani masyarakat kecil.

Selain itu, percepatan reformasi skema subsidi dinilai krusial agar bantuan energi benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak. "Penghematan harus dilakukan dengan cara yang tepat. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru membebani masyarakat, tetapi tidak menyentuh akar persoalan," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Muhammadiyah Terbitkan...
Muhammadiyah Terbitkan Edaran Efisiensi dan Hidup Hemat: Kurangi Kegiatan Seremonial hingga Perjalanan Luar Negeri
Kenaikan BBM Non-Subsidi,...
Kenaikan BBM Non-Subsidi, DPR: Kelas Menengah ke Atas Shock
Seskab Teddy Tepis Isu...
Seskab Teddy Tepis Isu Indonesia Akan Chaos: Narasi yang Keliru
Suasana SPBU di Jakarta...
Suasana SPBU di Jakarta Usai Harga Pertamax Meroket menjadi Rp16.250 Per Liter
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
Penjualan Kendaraan...
Penjualan Kendaraan Listrik di 37 Negara Efek Melonjaknya Harga BBM
Rekomendasi
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Berita Terkini
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Infografis
7 Alasan Tidak Boleh...
7 Alasan Tidak Boleh Konsumsi Mi Instan Setiap Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved