KABAIS TNI Dicopot Buntut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Rabu, 25 Maret 2026 - 19:44 WIB
loading...
Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyebut KABAIS TNI dicopot buntut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS
A
A
A
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo. Langkah ini dilakukan buntut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).
"Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," ujar Aulia.
Baca juga: 4 Oknum Prajurit Pelaku Penyiram ke Aktivis KontraS dari BAIS TNI, Matra AL dan AU
Saat disinggung pencopotan Yudi, Aulia tak menjawab lugas. Aulia lantas meninggalkan lokasi dan memgucapkan salam pada awak media. "Terima kasih," katanya.
Sebelumnya, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat prajurit yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Mereka berasal dari matra TNI Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).
Lihat video: Terungkap! Sosok 4 Oknum TNI di Balik Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengungkapkan, empat prajurit tersebut berasal dari BAIS TNI. Empat prajurit yang diperiksa masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, serta Serda ES.
"Jadi tadi pagi, saya telah menerima, menerima dari Denma Bais TNI, empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus," kata Yusri di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu, 18 Maret 2026.
Puspom TNI masih mendalami keterlibatan dan motif para prajurit dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Hingga kini, status mereka masih dalam tahap pemeriksaan.
"Jadi kan kalau dalam peradilan itu kan ada asas praduga tak bersalah ya, jadi itu kita terapkan. Tapi kalau memang nanti dia memang betul sebagai pelakunya ya, dia akan ditetapkan sebagai tersangka," katanya.
Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).
"Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," ujar Aulia.
Baca juga: 4 Oknum Prajurit Pelaku Penyiram ke Aktivis KontraS dari BAIS TNI, Matra AL dan AU
Saat disinggung pencopotan Yudi, Aulia tak menjawab lugas. Aulia lantas meninggalkan lokasi dan memgucapkan salam pada awak media. "Terima kasih," katanya.
Sebelumnya, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat prajurit yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Mereka berasal dari matra TNI Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).
Lihat video: Terungkap! Sosok 4 Oknum TNI di Balik Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengungkapkan, empat prajurit tersebut berasal dari BAIS TNI. Empat prajurit yang diperiksa masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, serta Serda ES.
"Jadi tadi pagi, saya telah menerima, menerima dari Denma Bais TNI, empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus," kata Yusri di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu, 18 Maret 2026.
Puspom TNI masih mendalami keterlibatan dan motif para prajurit dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Hingga kini, status mereka masih dalam tahap pemeriksaan.
"Jadi kan kalau dalam peradilan itu kan ada asas praduga tak bersalah ya, jadi itu kita terapkan. Tapi kalau memang nanti dia memang betul sebagai pelakunya ya, dia akan ditetapkan sebagai tersangka," katanya.
(cip)
Lihat Juga :