Mensos Minta KPM PKH Graduasi Tidak Turun Kelas
Jum'at, 18 September 2020 - 16:10 WIB
loading...
Mensos Juliari pada kegiatan Graduasi KPM dan Rekonsiliasi Nasional Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan 2020 di Cirebon, Kamis (17/9/2020).
A
A
A
CIREBON - Dari target 1 juta KPM tahun 2020, telah tergraduasi sampai dengan bulan Agustus, sebanyak 711.126 KPM. Menteri Sosial Juliari P Batubara mengumpamakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) graduasi sudah naik kelas. Ia berpesan agar KPM PKH graduasi tidak lantas turun kelas.
"Ibarat anak sekolah, ibu-ibu sudah naik kelas atau sudah lulus. Kalau sudah lulus jangan balik lagi jadi KPM. Kalau sudah lulus sebaiknya sekolah lagi lebih tinggi," kata Mensos Juliari dalam sambutannya pada kegiatan Graduasi KPM dan Rekonsiliasi Nasional Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan 2020 di Cirebon, Kamis (17/9/2020).
Dalam kesempatan ini ia menekankan, tugas negara dalam mengurangi angka kemiskinan bukan hanya pekerjaan Presiden, Menteri Sosial atau bupati dan wali kota. Tapi yang lebih penting adalah motivasi dari dalam diri KPM sendiri.
"Ibu-ibu harus ada motivasi supaya hidup ke depan lebih baik. Baik bagi ibu-ibu baik pula buat Indonesia ke depan. Bila kemiskinan bisa segera dikurangi maka harapan Bapak Presiden agar Indonesia menjadi negara berpendapat menengah pada tahun 2045, tepat 100 tahun Indonesia merdeka, bisa tercapai dengan baik," katanya.
Oleh karena itu, di sini Mensos menekankan pentingnya peran pendamping yang diharapkan memberikan skill dan pengetahuan kepada KPM."Termasuk bagaimana mengelola dana bantuan sehingga meningkatkan produktifitas KPM," katanya.
"Ibarat anak sekolah, ibu-ibu sudah naik kelas atau sudah lulus. Kalau sudah lulus jangan balik lagi jadi KPM. Kalau sudah lulus sebaiknya sekolah lagi lebih tinggi," kata Mensos Juliari dalam sambutannya pada kegiatan Graduasi KPM dan Rekonsiliasi Nasional Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan 2020 di Cirebon, Kamis (17/9/2020).
Dalam kesempatan ini ia menekankan, tugas negara dalam mengurangi angka kemiskinan bukan hanya pekerjaan Presiden, Menteri Sosial atau bupati dan wali kota. Tapi yang lebih penting adalah motivasi dari dalam diri KPM sendiri.
"Ibu-ibu harus ada motivasi supaya hidup ke depan lebih baik. Baik bagi ibu-ibu baik pula buat Indonesia ke depan. Bila kemiskinan bisa segera dikurangi maka harapan Bapak Presiden agar Indonesia menjadi negara berpendapat menengah pada tahun 2045, tepat 100 tahun Indonesia merdeka, bisa tercapai dengan baik," katanya.
Oleh karena itu, di sini Mensos menekankan pentingnya peran pendamping yang diharapkan memberikan skill dan pengetahuan kepada KPM."Termasuk bagaimana mengelola dana bantuan sehingga meningkatkan produktifitas KPM," katanya.
Lihat Juga :