Pakar Apresiasi Profesionalisme TNI Ungkap Cepat Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Rabu, 18 Maret 2026 - 21:56 WIB
loading...
A
A
A
“Transparansi yang ditunjukkan ini bukan hanya soal menjawab kasus, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional. Dalam situasi seperti ini, negara harus hadir dengan kepastian hukum, bukan sekedar spekulasi liar," tegasnya.
Akademisi Universitas Muhammadiyah Indonesia ini juga mengingatkan bahwa publik perlu bersikap bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, termasuk yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Dalam era digital, penyebaran narasi yang tidak akurat dapat dengan cepat memperkeruh situasi dan merusak kepercayaan terhadap institusi negara", tandasnya.
Ia juga menambahkan bahwa profesionalisme aparat seperti yang ditunjukkan Mabes TNI dalam kasus ini harus menjadi standar dalam setiap penanganan persoalan hukum, terutama yang menyangkut isu sensitif dan berdampak luas terhadap persepsi publik.
“Sikap tegas, responsif yang ditunjukkan Mabes TNI ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Ketika aparat bekerja cepat, terbuka, dan berbasis fakta, maka ruang bagi fitnah dan provokasi akan semakin sempit,” pungkasnya.
Akademisi Universitas Muhammadiyah Indonesia ini juga mengingatkan bahwa publik perlu bersikap bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, termasuk yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Dalam era digital, penyebaran narasi yang tidak akurat dapat dengan cepat memperkeruh situasi dan merusak kepercayaan terhadap institusi negara", tandasnya.
Ia juga menambahkan bahwa profesionalisme aparat seperti yang ditunjukkan Mabes TNI dalam kasus ini harus menjadi standar dalam setiap penanganan persoalan hukum, terutama yang menyangkut isu sensitif dan berdampak luas terhadap persepsi publik.
“Sikap tegas, responsif yang ditunjukkan Mabes TNI ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Ketika aparat bekerja cepat, terbuka, dan berbasis fakta, maka ruang bagi fitnah dan provokasi akan semakin sempit,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :