Perang dan Panggilan Moral akan Kemanusiaan

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:14 WIB
loading...
Perang dan Panggilan...
Stefanus Poto Elu, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Tarakanita. Foto/Universitas Tarakanita.
A A A
Stefanus Poto Elu, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Tarakanita

Dalam sejarah, perang selalu menghadirkan paradoks. Di satu sisi, ia kerap dibenarkan atas nama keamanan, kedaulatan, atau pembelaan diri. Di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan bahwa perang yang terjadi hampir selalu meninggalkan penderitaan, yang melampaui tujuan-tujuan politik yang hendak dicapai (Wiranata & Revilia, 2024). Misalnya, infrastruktur hancur, ekonomi runtuh, dan yang paling tragis, kehidupan warga sipil—terutama anak-anak dan kelompok rentan—menjadi korban utama.

Perang yang terjadi di Timur Tengah kini jadi perhatian dunia. Sebab, tak dapat dipungkiri bahwa perang tersebut dapat saja memicu konflik lebih luas. Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Drs. Muhadi Sugiono, M.A, menduga, perang itu bisa mempercepat ketegangan menuju geopolitik global. Stabilitas kawasan Timur Tengah dan hubungan diplomatik dengan negara sekitar terancam (Andriyani, 2026).

Dalam konteks konflik yang melibatkan aktor-aktor dunia itu, kita dihadapkan pada pertanyaan mendasar: adakah pembenaran moral bagi kekerasan bersenjata?

Secara etis, perang adalah buah dari kegagalan dialog. Ketika komunikasi terputus dan saluran diplomasi tidak lagi dipercaya, kekerasan jadi pilihan yang dianggap cepat dan tegas. Niat menyelesaikan konflik, namun faktanya konflik baru muncul dan bahkan daya rusaknya tak terbayangkan sebelumnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Pertemuan Istana Elysee,...
Pertemuan Istana Elysee, Denny JA: Macron-Prabowo Arsitek Poros Baru Negara Menengah
Kunjungan Prabowo ke...
Kunjungan Prabowo ke Eropa Dinilai Perkuat Posisi Geopolitik Indonesia
Taklimat di Seskoad,...
Taklimat di Seskoad, Prabowo Berpesan TNI Harus Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Prabowo: Perang di Mana-mana,...
Prabowo: Perang di Mana-mana, Kita Tidak Terlibat tapi Waspada
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Rekomendasi
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Berita Terkini
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved