Penasihat Ahli Kapolri Ajak Publik Berikan Informasi terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Selasa, 17 Maret 2026 - 08:13 WIB
loading...
A
A
A
"Teori kriminologi menyebutkan tidak ada kejahatan yang sempurna. Pelaku pasti meninggalkan jejak," kata Dosen Kriminologi dan Viktimologi ini.
Atas berbagai temuan dan kejanggalan tersebut, Edi optimistis kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini akan segera terungkap. "Kami meyakini penyidik Polda Metro Jaya sangat profesional. Kita yakin polisi sudah menemukan titik terang," kata penulis Buku-buku Hukum Kepolisian dan Kriminologi ini.
Anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini yakin kasus ini akan semakin cepat terungkap bila masyarakat banyak berpatisipasi memberikan informasi. "Kami ajak masyarakat ikut berpartisipasi memberikan informasi. Sekecil apa pun informasinya sangat berharga untuk kepolisian," ucapnya.
Penasihat Ahli Kapolri menambahkan, orang yang menyampaikan informasi pasti akan mendapatksn perlindungan penuh dari kepolisian. Soal kenapa pelaku menggunakan air keras dalam teror, Edi menilai dari sudut viktimologi alasan pengunaan air keras lebih kepada agar korban mengalami luka fisik permanen dan korban akan mengalami trauma fisikologi berat.
Maka kasus seperti ini sering disebut sebagai violent crime karena dampaknya menimbulkan viktimisasi tinggi. "Dalam ilmu kriminologi penggunaan air keras adalah bentuk simbol balas dendam yang ekstrem karena menimbulkan cacat permanen dan memberi dampak penderitan panjang," pungkasnya.
Atas berbagai temuan dan kejanggalan tersebut, Edi optimistis kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini akan segera terungkap. "Kami meyakini penyidik Polda Metro Jaya sangat profesional. Kita yakin polisi sudah menemukan titik terang," kata penulis Buku-buku Hukum Kepolisian dan Kriminologi ini.
Anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini yakin kasus ini akan semakin cepat terungkap bila masyarakat banyak berpatisipasi memberikan informasi. "Kami ajak masyarakat ikut berpartisipasi memberikan informasi. Sekecil apa pun informasinya sangat berharga untuk kepolisian," ucapnya.
Penasihat Ahli Kapolri menambahkan, orang yang menyampaikan informasi pasti akan mendapatksn perlindungan penuh dari kepolisian. Soal kenapa pelaku menggunakan air keras dalam teror, Edi menilai dari sudut viktimologi alasan pengunaan air keras lebih kepada agar korban mengalami luka fisik permanen dan korban akan mengalami trauma fisikologi berat.
Maka kasus seperti ini sering disebut sebagai violent crime karena dampaknya menimbulkan viktimisasi tinggi. "Dalam ilmu kriminologi penggunaan air keras adalah bentuk simbol balas dendam yang ekstrem karena menimbulkan cacat permanen dan memberi dampak penderitan panjang," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :