Dukung SKB 7 Menteri, Nurul Arifin Dorong Pengembangan AI Lokal untuk Pendidikan
Jum'at, 13 Maret 2026 - 11:57 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, Nurul juga mendorong pengembangan platform AI yang dibangun dengan konteks dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Ia menilai penguatan ekosistem AI nasional penting agar Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi dari luar negeri.
Salah satu contoh yang menurutnya patut didorong adalah pengembangan platform AI lokal seperti yang dikembangkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison melalui aplikasi Sahabat-AI.
"Kita perlu mendorong AI yang benar-benar memahami bahasa, budaya, dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Jadi tidak hanya bergantung pada platform global, tetapi juga mengembangkan teknologi yang relevan dengan kondisi nasional," kata anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I ini.
Baca Juga: Guru di Era AI dan Tantangan Memanusiakan Pendidikan
Nurul menambahkan, pengembangan AI lokal juga membuka peluang bagi talenta digital Indonesia untuk berinovasi dan membangun ekosistem teknologi nasional yang lebih kuat. Dia berharap kebijakan pemerintah terkait pemanfaatan AI di pendidikan dapat berjalan seiring dengan penguatan industri teknologi dalam negeri, sehingga generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta inovasi digital di masa depan.
Diketahui, pemerintah menetapkan pedoman bersama pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan guna memastikan teknologi memberi manfaat bagi proses belajar sekaligus melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Kebijakan tersebut dituangkan dalam SKB Tujuh Menteri tentang Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial di Jalur Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal yang mengatur pemanfaatan teknologi digital dan AI mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.
Salah satu contoh yang menurutnya patut didorong adalah pengembangan platform AI lokal seperti yang dikembangkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison melalui aplikasi Sahabat-AI.
"Kita perlu mendorong AI yang benar-benar memahami bahasa, budaya, dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Jadi tidak hanya bergantung pada platform global, tetapi juga mengembangkan teknologi yang relevan dengan kondisi nasional," kata anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I ini.
Baca Juga: Guru di Era AI dan Tantangan Memanusiakan Pendidikan
Nurul menambahkan, pengembangan AI lokal juga membuka peluang bagi talenta digital Indonesia untuk berinovasi dan membangun ekosistem teknologi nasional yang lebih kuat. Dia berharap kebijakan pemerintah terkait pemanfaatan AI di pendidikan dapat berjalan seiring dengan penguatan industri teknologi dalam negeri, sehingga generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta inovasi digital di masa depan.
Diketahui, pemerintah menetapkan pedoman bersama pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan guna memastikan teknologi memberi manfaat bagi proses belajar sekaligus melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Kebijakan tersebut dituangkan dalam SKB Tujuh Menteri tentang Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial di Jalur Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal yang mengatur pemanfaatan teknologi digital dan AI mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.
Lihat Juga :