Ekonomi Global Bergejolak, Stabilitas Pangan dan MBG Harus Dijaga
Kamis, 12 Maret 2026 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
Jika harga energi internasional terus meningkat, maka pemerintah dihadapkan pada pilihan kebijakan yang tidak mudah, yakni menyesuaikan harga BBM di dalam negeri atau meningkatkan subsidi energi untuk menahan kenaikan harga.
Namun, peningkatan subsidi BBM juga memiliki implikasi terhadap pengelolaan anggaran negara.
Ketika alokasi subsidi energi meningkat, ruang fiskal pemerintah untuk menjalankan berbagai program pembangunan dapat menyempit. “Program prioritas, termasuk program sosial seperti MBG, berpotensi menghadapi tekanan anggaran apabila kondisi fiskal semakin terbatas,” ungkapnya.
Dalam konteks inilah, jelasnya, keberlanjutan program MBG menjadi bagian dari tantangan kebijakan ekonomi yang lebih luas. Program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, pada dasarnya memiliki potensi dampak jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.
Namun, implementasi dan keberlanjutan program tersebut tetap bergantung pada kondisi fiskal dan stabilitas ekonomi nasional. Di sisi lain, dampak program MBG terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat masih memerlukan kajian lebih mendalam.
Menurut Prof Imamudin, dampak program ini kemungkinan akan berbeda-beda di setiap daerah. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur ekonomi lokal serta sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam rantai pasok program tersebut.
Daerah yang mampu melibatkan petani, peternak, dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk MBG berpotensi mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Program ini bisa menjadi penggerak ekonomi lokal melalui peningkatan permintaan terhadap produk pangan daerah.
“Sebaliknya, jika rantai pasok tidak melibatkan pelaku ekonomi lokal, dampak pengganda bagi perekonomian daerah menjadi terbatas,” tukasnya.
Selain itu, beberapa persoalan dalam pelaksanaan program juga perlu menjadi perhatian. Pemberitaan mengenai kasus keracunan makanan pada siswa yang mengonsumsi makanan MBG menunjukkan pentingnya pengawasan kualitas pangan dalam program ini. Standar keamanan pangan harus dijaga secara ketat agar tujuan peningkatan gizi tidak justru menimbulkan risiko kesehatan.
Namun, peningkatan subsidi BBM juga memiliki implikasi terhadap pengelolaan anggaran negara.
Ketika alokasi subsidi energi meningkat, ruang fiskal pemerintah untuk menjalankan berbagai program pembangunan dapat menyempit. “Program prioritas, termasuk program sosial seperti MBG, berpotensi menghadapi tekanan anggaran apabila kondisi fiskal semakin terbatas,” ungkapnya.
Dalam konteks inilah, jelasnya, keberlanjutan program MBG menjadi bagian dari tantangan kebijakan ekonomi yang lebih luas. Program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, pada dasarnya memiliki potensi dampak jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.
Namun, implementasi dan keberlanjutan program tersebut tetap bergantung pada kondisi fiskal dan stabilitas ekonomi nasional. Di sisi lain, dampak program MBG terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat masih memerlukan kajian lebih mendalam.
Menurut Prof Imamudin, dampak program ini kemungkinan akan berbeda-beda di setiap daerah. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur ekonomi lokal serta sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam rantai pasok program tersebut.
Daerah yang mampu melibatkan petani, peternak, dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk MBG berpotensi mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Program ini bisa menjadi penggerak ekonomi lokal melalui peningkatan permintaan terhadap produk pangan daerah.
“Sebaliknya, jika rantai pasok tidak melibatkan pelaku ekonomi lokal, dampak pengganda bagi perekonomian daerah menjadi terbatas,” tukasnya.
Selain itu, beberapa persoalan dalam pelaksanaan program juga perlu menjadi perhatian. Pemberitaan mengenai kasus keracunan makanan pada siswa yang mengonsumsi makanan MBG menunjukkan pentingnya pengawasan kualitas pangan dalam program ini. Standar keamanan pangan harus dijaga secara ketat agar tujuan peningkatan gizi tidak justru menimbulkan risiko kesehatan.
Lihat Juga :