Pemuda Muhammadiyah: Indonesia Bisa Jadi Penengah Perang AS-Israel dengan Iran
Senin, 09 Maret 2026 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
“Pernyataan tersebut penuh kontradiksi yang menunjukan bahwa situasi di lapangan dalam agenda perang kemungkinan sangat kompleks dan Amerika dalam keadaan terdesak,” katanya.
Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga menambahkan dalam banyak situasi perang atau konflik internasional deklarasi kemenangan sepihak biasanya digunakan sebagai bagian dari strategi negosiasi untuk membangun opini publik.
Pola ini sudah berulang kali terlihat dari negosiasi dagang dengan China, krisis Korea Utara, hingga konflik-konflik sebelumnya di kawasan yang sama. Klaim bahwa Iran telah menyerah hampir pasti merupakan framing untuk konsumsi domestik membangun narasi triumfalis yang ia butuhkan untuk rakyatnya dan juga dunia, bukan deskripsi akurat atas kondisi di lapangan.
“Deklarasi kemenangan di media sosial bukanlah perdamaian. Dalam banyak kasus sejarah, retorika semacam ini justru dapat memperpanjang siklus eskalasi konflik, apalagi ditambah dengan tidak ikut sertanya negara sekutu seperti Inggris atau juga spanyol menyusul Jerman yang tidak akan terlibat langsung dalam perang ini memperkuat bahwa Trump butuh negosiasi” katanya
Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga menambahkan dalam banyak situasi perang atau konflik internasional deklarasi kemenangan sepihak biasanya digunakan sebagai bagian dari strategi negosiasi untuk membangun opini publik.
Pola ini sudah berulang kali terlihat dari negosiasi dagang dengan China, krisis Korea Utara, hingga konflik-konflik sebelumnya di kawasan yang sama. Klaim bahwa Iran telah menyerah hampir pasti merupakan framing untuk konsumsi domestik membangun narasi triumfalis yang ia butuhkan untuk rakyatnya dan juga dunia, bukan deskripsi akurat atas kondisi di lapangan.
“Deklarasi kemenangan di media sosial bukanlah perdamaian. Dalam banyak kasus sejarah, retorika semacam ini justru dapat memperpanjang siklus eskalasi konflik, apalagi ditambah dengan tidak ikut sertanya negara sekutu seperti Inggris atau juga spanyol menyusul Jerman yang tidak akan terlibat langsung dalam perang ini memperkuat bahwa Trump butuh negosiasi” katanya
(cip)
Lihat Juga :