JK: BoP Perlu Dikoreksi, Singgung Serangan AS-Israel ke Iran

Sabtu, 07 Maret 2026 - 17:00 WIB
loading...
JK: BoP Perlu Dikoreksi,...
Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) mengkritisi niat awal keberadaan Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Faktanya kini AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla (JK) mengkritisi niat awal keberadaan Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Faktanya kini AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran.

Dia memandang awalnya ide pembentukan BoP sangat bagus. Langkah apa pun untuk menciptakan perdamaian di muka bumi ini pasti sangat baik.

"Cuma kita harus melihat praktiknya bagaimana. Jangan kita baru bikin BoP, tapi baru satu Minggu sudah menyerang, berperang dengan negara lain," ujar JK di kediamannya Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga: Indonesia Masuk BoP, GIF: Langkah Strategis sekaligus Mengandung Risiko

Realitas ini yang membuat BoP bertentangan dengan niat awal pembentukannya. Untuk itu, JK menilai keberadaan BoP perlu dievaluasi.

"Jadi kita penting apabila menjalankan misinya sesuai dengan awalnya. Tapi, kenyataannya tidak kan? Jadi memang perlu koreksi tentang BoP," katanya.

Saat disinggung apakah Indonesia harus mundur dari BoP sebagai wujud koreksi tersebut, JK memandang bahwa Indonesia tak perlu terburu-buru memutuskannya.

"Kita lihat dulu apa yang dilakukan beberapa bulan mendatang. Kalau BoP bisa membuat kedamaian di Palestina contohnya, oke kita dukung," ucapnya.

Namun, jika perdamaian di Palestina juga tidak terwujud lewat upaya yang dilakukan BoP, JK menilai Indonesia memang sudah seharusnya keluar dari organisasi bentukan Trump tersebut.

"Jadi ujian yang terakhir adalah cara mendamaikan Palestina dengan memberikan pengakuan kepada Palestina. Kalau tidak, hanya mendukung Israel ya buat apa (berada di dalam BoP)," ujar JK.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Rekomendasi
Austria Taklukkan Yordania...
Austria Taklukkan Yordania 3-1, Debut Manis di Piala Dunia 2026
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Berita Terkini
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved