Di Balik Konflik AS–Israel dan Iran: Perebutan Pengaruh di Timur Tengah

Jum'at, 06 Maret 2026 - 06:33 WIB
loading...
A A A
Iran melihat konfigurasi ini sebagai bentuk dominasi geopolitik yang membatasi ruang pengaruhnya. Karena itu, strategi Iran tidak selalu berbentuk konfrontasi langsung, melainkan juga melalui jaringan aliansi regional dan dukungan terhadap berbagai aktor non-negara di Timur Tengah. Dalam perspektif ini, konflik yang terlihat sebagai pertarungan dua negara sebenarnya mencerminkan kompetisi kekuatan yang lebih luas.

Jika ditarik lebih jauh ke belakang, pola semacam ini bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah Timur Tengah. Sejak runtuhnya Ottoman Empire dissolution setelah World War I, kawasan ini telah menjadi arena perebutan pengaruh kekuatan besar dunia. Pada masa awal abad ke-20, Inggris dan Prancis membagi wilayah pengaruh melalui berbagai perjanjian geopolitik.

Pada masa Cold War, Timur Tengah juga menjadi salah satu medan persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Dalam konteks tersebut, konflik antara AS, Israel, dan Iran dapat dipahami sebagai kelanjutan dari pola historis yang sama: kawasan ini selalu menjadi ruang kompetisi bagi berbagai kekuatan yang ingin memperluas pengaruhnya.

Dari sudut pandang hukum internasional, setiap konflik bersenjata selalu menimbulkan pertanyaan tentang kepatuhan terhadap norma-norma perang. Prinsip dasar dalam hukum humaniter internasional menekankan perlindungan terhadap warga sipil serta pembatasan penggunaan kekuatan secara proporsional. Jika serangan militer dilakukan tanpa dasar pembelaan diri yang sah atau tanpa mandat internasional, maka tindakan tersebut berpotensi dipandang melanggar norma hukum internasional. Namun dalam praktiknya, interpretasi terhadap hukum sering kali dipengaruhi oleh kepentingan politik negara-negara yang terlibat.

Hal yang menarik dalam konflik ini adalah konfigurasi dukungan internasional yang mulai terbentuk. Beberapa negara Barat seperti Jerman, Inggris, dan Prancis menunjukkan kecenderungan politik yang sejalan dengan Amerika Serikat dan Israel. Di sisi lain, Iran memiliki hubungan strategis dengan negara-negara seperti Rusia dan China. Dalam konteks geopolitik global yang semakin multipolar, hubungan ini dapat memperluas dimensi konflik dari sekadar pertikaian regional menjadi bagian dari kompetisi kekuatan global.

Namun penting dicatat bahwa negara-negara besar biasanya sangat berhati-hati untuk tidak terlibat secara langsung dalam konflik terbuka yang dapat memicu perang besar. Dukungan yang diberikan sering kali bersifat diplomatik, ekonomi, atau teknologi militer, bukan keterlibatan langsung di medan perang. Pola ini mengingatkan pada berbagai konflik proksi pada masa Perang Dingin, di mana kekuatan besar lebih memilih bertarung melalui sekutu atau aktor regional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan...
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT: Tidak Semua Happy terhadap Upaya Perbaikan
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Rekomendasi
Kebakaran Landa Permukiman...
Kebakaran Landa Permukiman Warga di Pulogadung, 3 Orang Tewas dan 1 Luka
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
Apple Gugat OpenAI:...
Apple Gugat OpenAI: Rahasia Dagang Diduga Dibawa Kabur Lewat Mantan Karyawan
Berita Terkini
Polda Metro dan Kejari...
Polda Metro dan Kejari Jaksel Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo
Mengelola Anggaran Daerah...
Mengelola Anggaran Daerah di Era Efisiensi
Rapat Satgas PKH di...
Rapat Satgas PKH di Kemenhan, Panglima TNI hingga Jaksa Agung Hadir, Kapolri Tak Terlihat
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan ke-2 Hari Ini, Roy Suryo Siap Dengarkan Jawaban Polda Metro Jaya
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Gerindra Dorong Evaluasi Total Sistem Pengawas Internal Kejaksaan
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved