Relevansi MBG Terhadap Pendidikan dan Penguatan Karakter

Kamis, 05 Maret 2026 - 12:18 WIB
loading...
Relevansi MBG Terhadap...
Moch. Abduh, Ph.D - Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Teknologi Pendidikan. Foto: Dok Pribadi
A A A
Moch. Abduh, Ph.D
Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Teknologi Pendidikan

Sebagai bagian dari agenda prioritas nasional, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pada 6 Januari 2025 merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini dirancang tidak sekadar sebagai intervensi pemenuhan kebutuhan pangan bagi murid, tetapi sebagai kebijakan terintegrasi yang menyentuh dimensi kesehatan, pendidikan, dan pembangunan karakter. Dengan menyasar peserta didik jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan menengah, MBG diarahkan untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional sekaligus mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang pembangunan manusia. Program ini dipandang strategis karena berkaitan langsung dengan kesehatan murid, perkembangan kognitif, partisipasi belajar, kehadiran di sekolah, hingga upaya mengurangi kesenjangan pendidikan antarwilayah. Berbagai literatur nasional dan internasional menunjukkan bahwa intervensi makan bergizi di sekolah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan konsentrasi, fungsi kognitif, dan keterlibatan belajar murid. Dengan demikian, MBG tidak berdiri sebagai kebijakan sektoral, melainkan sebagai instrumen pendukung proses pembelajaran secara menyeluruh.

Gizi sebagai Fondasi Proses Pembelajaran
Hubungan antara pemenuhan gizi dan mutu pembelajaran memiliki dasar ilmiah yang kuat. Dalam rilis World Health Organization (WHO) bertajuk Healthy Diet: Fact Sheet (2018), dijelaskan bahwa keterkaitan gizi dan pendidikan dapat dipahami melalui pendekatan biopsikososial. Otak sebagai pusat aktivitas kognitif membutuhkan asupan nutrisi seperti protein, zat besi, yodium, serta vitamin untuk mendukung fungsi memori, atensi, dan pemrosesan informasi. Kekurangan zat gizi esensial berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan menurunkan kesiapan belajar.

Kajian klasik namun relevan dari Sally Grantham-McGregor dkk. (2007) dalam Developmental Potential in the First 5 Years for Children in Developing Countries menunjukkan bahwa defisiensi gizi, khususnya anemia akibat kekurangan zat besi, berkorelasi dengan rendahnya konsentrasi, mudah lelah, serta penurunan performa akademik. Anak dengan status gizi baik cenderung lebih sehat, memiliki energi yang cukup, dan mampu mengikuti pembelajaran secara aktif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
Rekomendasi
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Berita Terkini
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved