Perang AS-Israel vs Iran Penuh Senjata Canggih, Bagaimana dengan Alutsista Indonesia?
Senin, 02 Maret 2026 - 17:31 WIB
loading...
A
A
A
Slamat Ginting menyebut, kunci pengembangan alutsista modern terletak pada investasi jangka panjang dalam riset dan pengembangan (R&D). Kemudian, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi tinggi seperti elektronika, AI, sistem radar, dan aerospace.
Termasuk penguatan kerja sama internasional berbasis transfer teknologi. Fokus pada sektor yang realistis dikembangkan lebih dulu, seperti drone tempur, sistem pengawasan maritim, dan pertahanan udara jarak menengah.
"Jadi, kesimpulannya, secara jangka pendek, Indonesia dinilai belum mampu bersaing langsung dengan kekuatan militer seperti Amerika Serikat dan Israel dalam hal produksi alutsista canggih," katanya.
Namun dalam jangka panjang, dengan strategi yang konsisten, investasi berkelanjutan, dan penguatan industri pertahanan nasional, kemampuan tersebut bukan sesuatu yang mustahil.
"Perang modern telah berubah menjadi pertarungan teknologi. Bagi Indonesia, tantangannya bukan sekadar membeli senjata canggih, tetapi membangun fondasi industri dan ilmu pengetahuan agar kemandirian pertahanan benar-benar terwujud," ujarnya.
Termasuk penguatan kerja sama internasional berbasis transfer teknologi. Fokus pada sektor yang realistis dikembangkan lebih dulu, seperti drone tempur, sistem pengawasan maritim, dan pertahanan udara jarak menengah.
"Jadi, kesimpulannya, secara jangka pendek, Indonesia dinilai belum mampu bersaing langsung dengan kekuatan militer seperti Amerika Serikat dan Israel dalam hal produksi alutsista canggih," katanya.
Namun dalam jangka panjang, dengan strategi yang konsisten, investasi berkelanjutan, dan penguatan industri pertahanan nasional, kemampuan tersebut bukan sesuatu yang mustahil.
"Perang modern telah berubah menjadi pertarungan teknologi. Bagi Indonesia, tantangannya bukan sekadar membeli senjata canggih, tetapi membangun fondasi industri dan ilmu pengetahuan agar kemandirian pertahanan benar-benar terwujud," ujarnya.
(cip)
Lihat Juga :