Tewasnya Khamenei, Bangkitnya Turki, dan Masa Depan Palestina

Senin, 02 Maret 2026 - 12:04 WIB
loading...
A A A
Kedua, Multipolaritas pragmatis. Turki, negara Arab, dan kekuatan besar membangun keseimbangan baru yang lebih stabil, membuka ruang diplomasi Palestina. Ini tentu positif buat perjuangan Palestina.

Ketiga, Normalisasi luas tanpa keadilan. Negara-negara kawasan memprioritaskan stabilitas ekonomi dan keamanan, sementara isu Palestina terpinggirkan dan terkubur seperti skema ‘Abraham Accord’ dan batas tertentu ‘Board of Peace’ yang mengusung jargon: Peace for Prosperity. Skenario ketiga adalah yang paling berbahaya secara moral.

Eskalasi militer dan pergeseran poros kekuatan tidak otomatis membawa keadilan. Palestina membutuhkan legitimasi moral global, bukan sekadar dukungan blok tertentu. Jika dunia Islam—dari Ankara hingga Riyadh, dari Kairo hingga Islamabad dan dari Tanja hingga Jakarta—mampu memisahkan solidaritas kemanusiaan dari kepentingan sempit, maka peluang diplomasi yang lebih bermartabat bisa terbuka.

Namun jika Palestina terus dijadikan pion dalam permainan hegemoni politik dan militer, maka setiap perubahan peta kekuatan hanya akan memindahkan pusat konflik, bukan menyelesaikannya.

Di tengah gemuruh geopolitik, pertanyaannya tetap sama: apakah kawasan ini akan memilih keseimbangan berbasis kekuatan, atau keberanian untuk menegakkan keadilan?
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Rekomendasi
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Berita Terkini
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved