Di Rapat DPR, Hotman Paris Ungkap Keheranannya ABK Fandi Ramadhan Dituntut Hukuman Mati
Kamis, 26 Februari 2026 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
Singkat cerita, kata Hotman, Fandi bertemu sang kapten sebelum diberangkatkan ke Thailand pada 1 Mei 2025. Saat itu, Fandi pamit kepada orang tuanya sebelum bertolak ke Thailand.
"Dan karena kapalnya katanya belum siap, 10 hari penuh (Fandi) diinapkan di hotel. Mulailah kapalnya itu, mereka memasuki kapal tanggal 14 (Mei 2025)," ucapnya.
Hotman mengaku janggal ketika kapal yang dinaiki Fandi tak sesuai dengan kontrak kerja. "Menurut kontrak, harusnya kapalnya North Star namanya. Tahu-tahu dibawa speedboat, dibawa ke kapal Sea Dragon. Jadi dari lamaran sama kapalnya berbeda," ucap Hotman.
Kemudian, kata dia, Fandi berlayar selama tiga hari ke Filipina. Namun di tengah laut, Hotman mengatakan, ada kapal nelayan merapat yang membawa puluhan kardus.
"Kapal nelayan yang membongkar 67 kardus. Karena memang orang tidak banyak, oleh si kapten diperintahkan semua awak kapal untuk estafet memasukkan. Dan si anak ibu ini bolak-balik nanya, 'Ini apa?' Dan itu diakui oleh si kapten," ucap Hotman sambil menirukan Fandi.
"Dan karena kapalnya katanya belum siap, 10 hari penuh (Fandi) diinapkan di hotel. Mulailah kapalnya itu, mereka memasuki kapal tanggal 14 (Mei 2025)," ucapnya.
Hotman mengaku janggal ketika kapal yang dinaiki Fandi tak sesuai dengan kontrak kerja. "Menurut kontrak, harusnya kapalnya North Star namanya. Tahu-tahu dibawa speedboat, dibawa ke kapal Sea Dragon. Jadi dari lamaran sama kapalnya berbeda," ucap Hotman.
Kemudian, kata dia, Fandi berlayar selama tiga hari ke Filipina. Namun di tengah laut, Hotman mengatakan, ada kapal nelayan merapat yang membawa puluhan kardus.
"Kapal nelayan yang membongkar 67 kardus. Karena memang orang tidak banyak, oleh si kapten diperintahkan semua awak kapal untuk estafet memasukkan. Dan si anak ibu ini bolak-balik nanya, 'Ini apa?' Dan itu diakui oleh si kapten," ucap Hotman sambil menirukan Fandi.
Lihat Juga :