Ramadan dan Ujian Kedewasaan Publik

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:12 WIB
loading...
A A A
Indonesia memiliki modal historis unik: koeksistensi lintas iman bukan sekadar slogan, melainkan praktik keseharian. Namun kemajemukan bukan kondisi stabil. Ia rentan dieksploitasi ketika identitas agama menjadi alat memecah konsensus sosial. Di sinilah relevansi etika diskursif Habermas: interaksi publik yang sehat menuntut argumentasi rasional, empati, dan penghormatan terhadap pluralitas. Ketika prinsip ini gagal diterapkan, toleransi hanya menjadi kata kosong.

Idul Fitri yang akan kita rayakan adalah kesempatan kembali pada fitrah—kejernihan moral individu dan kolektif. Tetapi fitrah Indonesia bukan homogenitas, melainkan kemajemukan. Maka kembali pada fitrah berarti menolak reduksi agama menjadi alat segmentasi politik, menolak penyederhanaan identitas menjadi “kami” versus “mereka”. Paskah yang menyusul membawa pesan kebangkitan—dalam bahasa sosial, kebangkitan itu adalah kemampuan keluar dari polarisasi identitas menuju dialog yang lebih rasional dan empatik.

Ramadan, Nyepi, Paskah, dan Imlek semuanya menciptakan ruang transisi—moment liminal antara “yang lama” dan “yang diperbarui”. Momen itu memberi kesempatan bagi individu dan masyarakat untuk merefleksikan niat, memeriksa praktik sosial, dan menata ulang etika publik. Jika ruang publik gagal memanfaatkan jeda ini untuk dialog dan refleksi, ritual kehilangan kekuatan transformasinya.

Pertanyaan kritis muncul: apakah agama tetap menjadi sumber etika publik, atau hanya alat legitimasi kekuasaan? Ketika agama direduksi menjadi instrumen politik, integritasnya terkikis, dan ruang publik mengalami deformasi moral. Fenomena politisasi agama memecah perhatian kolektif, menumbuhkan prasangka, dan melemahkan kapasitas dialog rasional. Ujian Ramadan dan perayaan lain menjadi lebih tajam: bukan sekadar latihan batin, tetapi ujian integritas sosial.

Kedewasaan bangsa tidak diukur dari seberapa sering kita mengucapkan kata “toleransi”. Ia diukur dari kemampuan menjaga ruang publik tetap inklusif, menghargai perbedaan, dan menahan diri dari retorika identitas instan. Ramadan mengajarkan pengendalian diri; pengendalian itu harus meluas ke ruang sosial: menahan diri dari provokasi, kebencian digital, dan politik identitas yang memecah belah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Rekomendasi
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Messi Puji Penampilan...
Messi Puji Penampilan Kiper Fenomenal Cape Verde di Piala Dunia 2026, Vozinha: Kata-katanya Sangat Berarti
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
Berita Terkini
6 Brigjen Pol Dimutasi...
6 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri ke Lemdiklat Polri pada Juni 2026, Ini Daftar Namanya
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Said Aqil Siradj: Kebangkitan...
Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved