Roy Suryo Bandingkan Teliti Suara Habibie dan Foto Gus Dur dengan Ijazah Jokowi
Selasa, 17 Februari 2026 - 23:11 WIB
loading...
Pakar Telematika Roy Suryo membandingkan sejumlah penelitiannya selama ini dengan meneliti ijazah Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Pakar Telematika Roy Suryo membandingkan sejumlah penelitiannya selama ini dengan meneliti ijazah Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi ini pernah meneliti rekaman suara Presiden ke-3 RI BJ Habibie dan foto Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
"Saya melakukan ini (penelitian) bukan soal ijazah atau lewat pendidikan Gibran saja," ungkap Roy Suryo dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (17/2/2026).
Roy mengungkapkan sejak 1999 dirinya sudah melakukan sejumlah penelitian. Salah satunya yaitu rekaman suara Presiden ke-3 RI BJ Habibie dengan Jaksa Agung saat itu Andi Muhammad Ghalib.
Baca juga: Refly Harun: RRT Tak Pernah Bilang Jokowi Memalsukan Ijazah
“Waktu itu saya yang memeriksa rekaman suaranya, jadi bocor rekaman di istana, tidak ada orang yang berani meneliti, dan saya orang yang berani meneliti," ucap Roy Suryo.
Namun, menurut Roy Suryo, respons pemerintah saat itu luar biasa. Roy mengaku diundang ke Badan Intelijen ABRI untuk menjelaskan penelitiannya.
"Saya mempresentasikan kenapa bisa meyakinkan dengan itu 100%, waktu itu saya bilang 100%. Kesimpulannya klir itu rekaman kebocoran di istana, jadi benar. Jadi apresiasi yang diterima, kemudian penyelidikan ke dalam jangan sampai berikutnya bocor lagi," jelas Roy Suryo.
Baca juga: Pengacara Jokowi Jawab Roy Suryo Cs soal Perbedaan Salinan Ijazah: Itu Hanya Persoalan Fotokopi
Setahun kemudian pada 2000, ia kembali melakukan penelitian dengan skandal foto Gus Dur bersama seorang wanita bernama Aryanti Sitepu. Meskipun banyak kalangan yang tidak suka dengan penelitiannya, namun hal itu berujung baik juga.
"Saya juga yang memeriksa, dan itu tak mudah, pertama banyak sekali teman-teman Banser yang mau nyerang, mau nyerang tapi mempertanyakan, bagus, mereka tidak menghujat saya," jelas Roy.
"Saya jelaskan detailnya, dan Gus Dur dijebak nama hotelnya Hotel Raden di Jalan Raden Saleh, klir, hotelnya kita datengin semua. Blablabla selesai," ungkap dia.
Bahkan sejumlah skandal anggota dewan juga pernah diungkapnya dalam menggunakan penelitian. Anehnya, kata Roy, hanya Jokowilah objek penelitian yang dinilainya keberatan dan bahkan melakukan pelaporan terhadap dirinya.
"Anggota DPR puluhan yang saya periksa, bahkan saya dihadirkan di MKD untuk meneliti, ada yang sama artis, teman sesama anggota dewan," kata Roy.
"Baru kali ini ada kita menerbitkan sampai buku pertama judulnya adalah Jokowi's White Paper dan itu bersama Rismon dan Tifauzia kemudian orangnya (Jokowi) keberatan dan tidak hanya keberatan tapi langsung dituntut," ujar Roy.
Kendati demikian, Roy mengaku hanya bisa tersenyum melihat respons dari Jokowi. Ia hanya meyakinkan bahwa penelitiannya didasarkan oleh metodologi yang sah.
"Kami senyum saja, jadi artinya semua (penelitian) juga menggunakan program yang reliable, program yang sudah terpercaya," pungkasnya.
"Saya melakukan ini (penelitian) bukan soal ijazah atau lewat pendidikan Gibran saja," ungkap Roy Suryo dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (17/2/2026).
Roy mengungkapkan sejak 1999 dirinya sudah melakukan sejumlah penelitian. Salah satunya yaitu rekaman suara Presiden ke-3 RI BJ Habibie dengan Jaksa Agung saat itu Andi Muhammad Ghalib.
Baca juga: Refly Harun: RRT Tak Pernah Bilang Jokowi Memalsukan Ijazah
“Waktu itu saya yang memeriksa rekaman suaranya, jadi bocor rekaman di istana, tidak ada orang yang berani meneliti, dan saya orang yang berani meneliti," ucap Roy Suryo.
Namun, menurut Roy Suryo, respons pemerintah saat itu luar biasa. Roy mengaku diundang ke Badan Intelijen ABRI untuk menjelaskan penelitiannya.
"Saya mempresentasikan kenapa bisa meyakinkan dengan itu 100%, waktu itu saya bilang 100%. Kesimpulannya klir itu rekaman kebocoran di istana, jadi benar. Jadi apresiasi yang diterima, kemudian penyelidikan ke dalam jangan sampai berikutnya bocor lagi," jelas Roy Suryo.
Baca juga: Pengacara Jokowi Jawab Roy Suryo Cs soal Perbedaan Salinan Ijazah: Itu Hanya Persoalan Fotokopi
Setahun kemudian pada 2000, ia kembali melakukan penelitian dengan skandal foto Gus Dur bersama seorang wanita bernama Aryanti Sitepu. Meskipun banyak kalangan yang tidak suka dengan penelitiannya, namun hal itu berujung baik juga.
"Saya juga yang memeriksa, dan itu tak mudah, pertama banyak sekali teman-teman Banser yang mau nyerang, mau nyerang tapi mempertanyakan, bagus, mereka tidak menghujat saya," jelas Roy.
"Saya jelaskan detailnya, dan Gus Dur dijebak nama hotelnya Hotel Raden di Jalan Raden Saleh, klir, hotelnya kita datengin semua. Blablabla selesai," ungkap dia.
Bahkan sejumlah skandal anggota dewan juga pernah diungkapnya dalam menggunakan penelitian. Anehnya, kata Roy, hanya Jokowilah objek penelitian yang dinilainya keberatan dan bahkan melakukan pelaporan terhadap dirinya.
"Anggota DPR puluhan yang saya periksa, bahkan saya dihadirkan di MKD untuk meneliti, ada yang sama artis, teman sesama anggota dewan," kata Roy.
"Baru kali ini ada kita menerbitkan sampai buku pertama judulnya adalah Jokowi's White Paper dan itu bersama Rismon dan Tifauzia kemudian orangnya (Jokowi) keberatan dan tidak hanya keberatan tapi langsung dituntut," ujar Roy.
Kendati demikian, Roy mengaku hanya bisa tersenyum melihat respons dari Jokowi. Ia hanya meyakinkan bahwa penelitiannya didasarkan oleh metodologi yang sah.
"Kami senyum saja, jadi artinya semua (penelitian) juga menggunakan program yang reliable, program yang sudah terpercaya," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :