Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kritis Bisa Jadi Anugerah atau Musibah
Selasa, 10 Februari 2026 - 23:42 WIB
loading...
Pakar komunikasi politik Lely Arrianie menyebut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan beberapa tokoh kritis belum lama ini bisa menjadi anugerah atau musibah. Foto/Tangkapan layar iNews
A
A
A
JAKARTA - Pakar komunikasi politik Lely Arrianie menyebut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan beberapa tokoh kritis belum lama ini bisa menjadi anugerah atau musibah. Hal tersebut, menurut dia, bisa terjawab seiring berjalannya waktu.
"Nah, kalau kita mengamati apakah kehadiran Kak Susno Duadji dan teman-teman itu adalah sebuah berkah, anugerah, atau musibah? Itu bisa kita lihat nanti dalam perjalanannya," kata Lely dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi musibah bila daya kritis para tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut menurun. Namun, ketika mereka tetap kritis, hal tersebut akan menjadi anugerah untuk kelangsungan demokrasi di Indonesia.
Baca Juga: Siti Zuhro Sebut Prabowo Pemimpin yang Rasional
"Apa setelah bertemu dengan Pak Presiden, (para tokoh) daya kritisnya berkurang setelah dijelaskan dan lain-lain sebagainya?" ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Lely mengatakan setiap presiden di Indonesia, mulai Soekarno hingga Prabowo, memiliki gaya komunikasi politik yang berbeda, Ia lantas menjelaskan dalam teori self-compassion, seorang pemimpin menilai dirinya dengan sikap welas asih dan berupaya menghadirkan kebijakan yang membawa kebaikan bagi rakyat. Setelah itu, berkembang dalam konsep common humanity, yang membuka ruang untuk para pengkritik.
"Nah, itulah yang muncul kemudian para pengkritik. Para pengkritik itu muncul dari teori semacam ini," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan sejumlah tokoh bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (30/1/2026) malam. Para tokoh itu yakni Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro hingga mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) Komjen Pol (Purn) Susno Duadji
Dia mengungkapkan Prabowo berdiskusi tentang kepemiluan hingga penegakan hukum bersama tokoh-tokoh tersebut. "Ya, di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan, kemudian ada Pak Susno, diskusi masalah penegakan hukum, macam-macam di situ. Ada beberapa banyak," kata Prasetyo kepada awak media di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Minggu (1/2/2026).
Prasetyo mengatakan Prabowo terbuka untuk berdialog dengan semua tokoh, termasuk menerima masukan untuk masa depan Indonesia. Prabowo, katanya, juga membeberkan program prioritas pemerintah yang dijalankan untuk kepentingan rakyat.
"Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan, kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih beberapa bulan ini beliau jalankan yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, berorientasi untuk kepentingan bangsa dan negara, gitu," tegasnya.
"Nah, kalau kita mengamati apakah kehadiran Kak Susno Duadji dan teman-teman itu adalah sebuah berkah, anugerah, atau musibah? Itu bisa kita lihat nanti dalam perjalanannya," kata Lely dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi musibah bila daya kritis para tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut menurun. Namun, ketika mereka tetap kritis, hal tersebut akan menjadi anugerah untuk kelangsungan demokrasi di Indonesia.
Baca Juga: Siti Zuhro Sebut Prabowo Pemimpin yang Rasional
"Apa setelah bertemu dengan Pak Presiden, (para tokoh) daya kritisnya berkurang setelah dijelaskan dan lain-lain sebagainya?" ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Lely mengatakan setiap presiden di Indonesia, mulai Soekarno hingga Prabowo, memiliki gaya komunikasi politik yang berbeda, Ia lantas menjelaskan dalam teori self-compassion, seorang pemimpin menilai dirinya dengan sikap welas asih dan berupaya menghadirkan kebijakan yang membawa kebaikan bagi rakyat. Setelah itu, berkembang dalam konsep common humanity, yang membuka ruang untuk para pengkritik.
"Nah, itulah yang muncul kemudian para pengkritik. Para pengkritik itu muncul dari teori semacam ini," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan sejumlah tokoh bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (30/1/2026) malam. Para tokoh itu yakni Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro hingga mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) Komjen Pol (Purn) Susno Duadji
Dia mengungkapkan Prabowo berdiskusi tentang kepemiluan hingga penegakan hukum bersama tokoh-tokoh tersebut. "Ya, di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan, kemudian ada Pak Susno, diskusi masalah penegakan hukum, macam-macam di situ. Ada beberapa banyak," kata Prasetyo kepada awak media di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Minggu (1/2/2026).
Prasetyo mengatakan Prabowo terbuka untuk berdialog dengan semua tokoh, termasuk menerima masukan untuk masa depan Indonesia. Prabowo, katanya, juga membeberkan program prioritas pemerintah yang dijalankan untuk kepentingan rakyat.
"Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan, kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih beberapa bulan ini beliau jalankan yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, berorientasi untuk kepentingan bangsa dan negara, gitu," tegasnya.
(zik)
Lihat Juga :