Siapkan Pemimpin Muda Pengelola Hutan dan Mangrove, Kemenhut Gelar Program MATAHARI
Selasa, 10 Februari 2026 - 17:48 WIB
loading...
A
A
A
Program Akselerasi MATAHARI Angkatan I diikuti oleh 80 ASN muda Kemenhut dari berbagai wilayah Indonesia, dengan peserta wanita lebih dari satu pertiganya. Peserta mengikuti 42 jam pelatihan selama lima hari di Tangerang Selatan.
Materi yang disampaikan diantaranya mengenal pola pikir Zero State Budget (Zero APBN), kepemimpinan adaptif, menjadi arsitek perubahan (ecosystem builder), membangun tim yang adaptif dan tangguh, dan komunikasi efektif. Peserta juga berkesempatan menimba ilmu dan pengalaman dari pimpinan senior bidang kehumasan, pengelolaan sumber daya manusia (SDM) lingkup Kemenhut dan pakar konservasi.
Direktur Rehabilitasi Mangrove Nikolas Nugroho Surjobasuindro mengatakan, integritas dan kemampuan beradaptasi seorang pemimpin menentukan kelestarian ekosistem hutan dan mangrove Indonesia. “Keberlanjutan ekosistem (hutan dan mangrove) sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang mengelolanya. Kebijakan yang baik, regulasi yang kuat dapat gagal apabila tidak ditopang kepemimpinan yang adaptif dan berintegritas,” ujarnya. Baca juga: Inovatif TFFF, Skema Lestarikan Hutan Tropis dan Dukung Masyarakat Adat
Program Akselerasi MATAHARI merupakan inisiasi Direktorat Rehabilitasi Mangrove, Kemenhut dan didukung oleh Proyek Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Kemenhut melalui Proyek M4CR memperkuat peningkatan kapasitas SDM pengelola hutan mangrove dan telah berhasil menanam 20,8 juta batang mangrove periode 2024-2025. Hingga tahun 2025, Proyek M4CR telah merealisasikan penanaman mangrove seluas 15.574 hektare di empat provinsi prioritas, yakni Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Timur.
Materi yang disampaikan diantaranya mengenal pola pikir Zero State Budget (Zero APBN), kepemimpinan adaptif, menjadi arsitek perubahan (ecosystem builder), membangun tim yang adaptif dan tangguh, dan komunikasi efektif. Peserta juga berkesempatan menimba ilmu dan pengalaman dari pimpinan senior bidang kehumasan, pengelolaan sumber daya manusia (SDM) lingkup Kemenhut dan pakar konservasi.
Direktur Rehabilitasi Mangrove Nikolas Nugroho Surjobasuindro mengatakan, integritas dan kemampuan beradaptasi seorang pemimpin menentukan kelestarian ekosistem hutan dan mangrove Indonesia. “Keberlanjutan ekosistem (hutan dan mangrove) sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang mengelolanya. Kebijakan yang baik, regulasi yang kuat dapat gagal apabila tidak ditopang kepemimpinan yang adaptif dan berintegritas,” ujarnya. Baca juga: Inovatif TFFF, Skema Lestarikan Hutan Tropis dan Dukung Masyarakat Adat
Program Akselerasi MATAHARI merupakan inisiasi Direktorat Rehabilitasi Mangrove, Kemenhut dan didukung oleh Proyek Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Kemenhut melalui Proyek M4CR memperkuat peningkatan kapasitas SDM pengelola hutan mangrove dan telah berhasil menanam 20,8 juta batang mangrove periode 2024-2025. Hingga tahun 2025, Proyek M4CR telah merealisasikan penanaman mangrove seluas 15.574 hektare di empat provinsi prioritas, yakni Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Timur.
(poe)
Lihat Juga :