Program Titian Psikolog Klinis: Upaya Menjembatani Kebutuhan Tenaga Kesehatan Jiwa Indonesia

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:02 WIB
loading...
A A A
Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Puskesmas, yang menegaskan bahwa psikolog klinis merupakan salah satu tenaga kesehatan esensial di Puskesmas. Dalam kerangka ini, psikolog klinis berperan sebagai salah satu gatekeeper layanan kesehatan jiwa di masyarakat.

Penting pula dipahami bahwa persoalan kesehatan jiwa memang perlu ditangani secara gotong royong, melibatkan berbagai profesi dan potensi komunitas melalui upaya promotif, preventif, dan rehabilitatif. Namun, pada aspek kuratif, masyarakat tetap membutuhkan penanganan langsung oleh tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan terdekat, termasuk oleh psikolog klinis.

Program Titian bukanlah pengganti pendidikan profesi psikologi klinis. Pendidikan reguler tetap menjadi tulang punggung penyediaan tenaga kesehatan jiwa dalam jangka panjang. Program Titian berfungsi sebagai solusi kebijakan pada masa transisi, sambil sistem pendidikan reguler terus dikembangkan, diperkuat, dan diperluas kapasitasnya mengikuti peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang mengatur psikolog klinis sebagai tenaga kesehatan.

Program ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menekankan percepatan penyediaan tenaga medis dan tenaga kesehatan melalui semangat gotong royong, sebagaimana tercermin dalam agenda pembangunan nasional. Dalam perspektif Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), terdapat pemisahan yang jelas antara jenjang pendidikan, standar kompetensi kerja, dan kewenangan praktik.

Program Titian merupakan program peningkatan dan penyetaraan kompetensi Psikolog Klinis KKNI Level 7 yang menghasilkan sertifikat kompetensi, bukan gelar baru. Keberhasilan Program Titian sangat ditentukan oleh tata kelolanya. Program ini perlu dijalankan dalam koordinasi yang jelas antara kementerian terkait, kolegium bidang profesi, dan institusi pendidikan. Mekanisme asesmen dan supervisi harus transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik. Yang paling penting, Program Titian perlu dipahami sebagai kebijakan transisional yang adaptif, bukan solusi permanen yang menggantikan penguatan pendidikan reguler.

Sebagai penutup, perlu ditegaskan bahwa saat ini kita tidak sedang dihadapkan pada pilihan antara menjaga standar pendidikan tinggi atau memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan jiwa. Tantangan yang sesungguhnya adalah apakah negara berani menghadirkan terobosan dengan merancang jembatan kebijakan yang realistis tanpa mengorbankan keselamatan pasien dan kepentingan publik.

Program Titian Psikolog Klinis menawarkan jalan tengah yang rasional: menjaga standar kompetensi dan profesi, sekaligus memastikan layanan kesehatan jiwa tetap tersedia bagi masyarakat. Dalam situasi kebutuhan yang mendesak, kebijakan yang tepat tidak menutup mata pada realitas, melainkan mampu mengelolanya dengan bertanggung jawab.

Dengan intensi penyiapan rancangan dan pengawasan yang tepat, Program Titian bukan sekadar solusi sementara, melainkan bukti inisiatif, kebijaksanaan, dan kedewasaan negara dalam membangun sistem kesehatan jiwa yang adil, merata, dan berkelanjutan.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Seni Berkomunikasi Soft...
Seni Berkomunikasi 'Soft Rejection' untuk Kesehatan Mental
Infrastruktur Fisik...
Infrastruktur Fisik Dikebut, Pembangunan Kesehatan Mental Terlupakan
Broken Strings: Ketika...
Broken Strings: Ketika Bertahan Hidup Disalahartikan sebagai Kelemahan
Peran Ganda Bukan Beban,...
Peran Ganda Bukan Beban, Melainkan Panggung Ketangguhan Wanita Modern
Kolonel Kes Theresia...
Kolonel Kes Theresia Soepi Resmi Jabat Kepala Dinas Psikologi TNI AU, Ini Profilnya
Wujudkan Ruang Aman...
Wujudkan Ruang Aman bagi Anak, Ibu-Ibu di Bajawa Dibekali Edukasi Pengasuhan dan Kesehatan
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Jurusan Psikologi Pakai Cadar, Identitasnya Terbongkar dari Suara
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Psikologi demi Anak dan Sembuhkan Luka Masa Lalu
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Momen Haru, Sarwendah...
Momen Haru, Sarwendah Antar Anak Temui Ruben Onsu Jelang Berangkat Umrah
Berita Terkini
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Infografis
Ganjar Pastikan Akses...
Ganjar Pastikan Akses Kesehatan di Indonesia Merata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved