Ditjen PSP Kementan Bantu Petani Bangkalan Atasi Kekeringan dengan Embung

Kamis, 17 September 2020 - 13:02 WIB
loading...
Ditjen PSP Kementan...
Ilustrasi embung.
A A A
BANGKALAN - Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) membantu para petani di Bangkalan untuk menghadapi kekeringan. Caranya, dengan membuatkan embung untuk menampung air. Pembangunan embung dilakukan di Desa Banteyan, Kecamatan Klampis, Bangkalan.

Bantuan embung ini diterima oleh kelompok Tani Al–Falah 4 melalui kegiatan bantuan APBN TP dengan program Bantuan Pemerintah Tahun Anggaran 2020.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan kekeringan adalah masalah serius buat pertanian yang harus ditangani dengan tepat.“Pembangunan embung melalui kegiatan padat karya di Ditjen PSP, merupakan salah satu pemecahan masalah kekeringan bagi lahan pertanian di daerah kering. Karena embung menampung air yang bisa digunakan saat kemarau,” terangnya, Kamis (17/9/2020).

Sementara Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan pengembangan embung yang lokasinya relatif dekat dengan kawasan pertanian, merupakan upaya konservasi air yang tepat guna, murah dan spesifik lokasi.

Ditambahkannya, embung juga dapat mengatur ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan air (water demand) di tingkat usaha tani.
“Pola konservasi air yang sederhana tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan petani yaitu menampung air limpasan atau dari mata air, dan atau meninggikan muka air dalam skala,” terangnya.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi dari lokasi pembuatan embung meliputi, tekstur tanah sebaiknya lahan dengan tanah liat berlempung, kemiringan lahan areal pertanaman antara 8-30% agar limpahan air permukaan dapat dengan mudah mengalir ke dalam embung dan air embung mudah disalurkan ke petak-petak tanaman, dekat dengan saluran air yang ada disekitarnya atau memiliki daerah tangkapan hujan

Desa Banteyan, Bangkalan, adalah merupakan salah satu daerah kering yang mana mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani khususnya lahan kering.

Sebelum ada embung, masyarakat petani di Desa Banteyan, khususnya anggota Poktan Al–Falah 4, hanya mengandalkan irigasi sawah dari hujan. Karena, di daerah tersebut tidak terdapat sungai yang cukup besar dan mampu untuk mengairi areal perswahan. Akibatnya, masyarakat tani di Desa Banteyan hanya mampu melakukan penanaman satu kali dalam satu tahun karena pada umumnya areal persawahan yang ada merupakan persawahan tadah hujan.

“Setelah dibangunnya embung, masyarakat tani di Desa Banteyan mampu melakukan penanaman dua hingga tiga kali dalam satu tahun dengan pola tanam padi–palawija–palawija. Mereka mampu melakukan penanaman sebanyak hingga karena areal persawahan mereka mampu dialiri air walaupun pada saat musim kemarau dari air yang terdapat didalam embung yang dialirkan melalui pompa air yang mereka kelola secara swadaya dari kas kelompok,” terang Sarwo Edhy lagi.

Air yang terdapat di dalam embung ini adalah berasal dari sumur bor yang terdapat di sekitar embung yang mereka lakukan secara swadaya kelompok. Selain dari sumur bor air yang mengisi embung tersebut adalah juga berasal dari air hujan pada musim serta air sungai yang mereka naikkan dengan pompa ke dalam embung tersebut.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Raih Penghargaan, Pusat...
Raih Penghargaan, Pusat PVTPP Kementan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik
Wamentan Sudaryono Anak...
Wamentan Sudaryono Anak Petani Desa Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo
Peredaran Beras Oplosan...
Peredaran Beras Oplosan Marak, Anggota Komisi IV Desak Pemerintah Segera Tindak Tegas
Akselerasi Swasembada...
Akselerasi Swasembada Pangan, Kementan Dorong Perlindungan Varietas Tanaman
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Program Upland Jadi...
Program Upland Jadi Penggerak Pertanian di Dataran Tinggi
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Rekomendasi
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved