Catur Politik di Markas Besar TNI AL: Menanti Sang Nakhoda Baru
Minggu, 08 Februari 2026 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, posisi KSAL hampir dipastikan tetap tertutup bagi Korps Marinir. Meskipun TNI AL memiliki dua jenderal Marinir bintang tiga yang brilian—Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah dan Letjen TNI (Mar) Endi Supardi—tradisi AL tetap menempatkan Korps Pelaut sebagai nakhoda utama.
Titik berat tugas KSAL adalah pengelolaan kapal perang dan armada, posisi yang menuntut pengalaman sebagai panglima armada—sesuatu yang secara fungsional tidak dimiliki oleh Marinir yang merupakan infanteri angkatan laut.
Presiden Prabowo kini dihadapkan pada pilihan sulit: memilih sosok yang ia kenal dekat secara visi perencanaan (Edwin), sosok dengan jalur karier organisasi yang sempurna (Erwin dan Denih), atau melakukan terobosan dengan memilih jenderal laut yang berpengalaman luas di wilayah perbatasan (Irvansyah).
Langkah "skakmat" ini akan segera terjawab. Siapa pun nakhodanya, tantangan kedaulatan di Laut China Selatan dan target Minimum Essential Force (MEF) yang harus tuntas menjadi beban berat di pundak sang KSAL baru.
Titik berat tugas KSAL adalah pengelolaan kapal perang dan armada, posisi yang menuntut pengalaman sebagai panglima armada—sesuatu yang secara fungsional tidak dimiliki oleh Marinir yang merupakan infanteri angkatan laut.
Menanti Skakmat dari Kertanegara
Presiden Prabowo kini dihadapkan pada pilihan sulit: memilih sosok yang ia kenal dekat secara visi perencanaan (Edwin), sosok dengan jalur karier organisasi yang sempurna (Erwin dan Denih), atau melakukan terobosan dengan memilih jenderal laut yang berpengalaman luas di wilayah perbatasan (Irvansyah).
Langkah "skakmat" ini akan segera terjawab. Siapa pun nakhodanya, tantangan kedaulatan di Laut China Selatan dan target Minimum Essential Force (MEF) yang harus tuntas menjadi beban berat di pundak sang KSAL baru.
(shf)
Lihat Juga :