7 Nama Kuat Bursa KSAD: Antara Hak Prerogatif Presiden dan Estafet Komando AD
Jum'at, 06 Februari 2026 - 17:11 WIB
loading...
A
A
A
Perlu dicatat pula nama Letjen Djon Afriandi (Panglima Kopassus, Akmil 1995), meskipun secara senioritas masih paling muda, prestasinya sebagai lulusan terbaik (Adhi Makayasa) menjadikannya dark horse dalam peta persaingan ini.
Tentu saja, peluang bagi perwira yang kini menjabat sebagai Staf Khusus (nonjob) praktis tertutup. Di sisi lain, sosok Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita (Akmil 1991) juga tetap membayangi sebagai opsi senior, jika Presiden menginginkan stabilitas jangka pendek.
Pemilihan KSAD baru, nantinya bukan sekadar urusan senioritas atau kedekatan personal, melainkan kebutuhan organisasi untuk menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks. Presiden selaku panglima tertinggi tentu akan menimbang rekam jejak, penguasaan teritorial, dan kemampuan adaptasi kandidat terhadap modernisasi alutsista.
Dari paparan tersebut di atas, ada tujuh nama yang sangat diperhitungkan untuk menjadi KSAD pengganti Maruli Simanjuntak. Mereka adalah: Jenderal Tandyo Budi Revita, Letjen Richard Tampubolon, Letjen Muhammad Saleh Mustafa, Letjen Bambang Trisnohadi, Letjen Mohammad Fajar, Letjen Yudi Abrimantyo, dan Letjen Kunto Arief Wibowo.
Siapa pun yang nantinya terpilih, ia mengemban tugas berat: menjaga soliditas internal AD, memastikan kesejahteraan prajurit, dan tetap tegak lurus pada politik negara. Bursa ini bukan sekadar perebutan kursi, melainkan penegasan arah masa depan pertahanan Indonesia.
Tantangan dan Kriteria Ideal
Tentu saja, peluang bagi perwira yang kini menjabat sebagai Staf Khusus (nonjob) praktis tertutup. Di sisi lain, sosok Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita (Akmil 1991) juga tetap membayangi sebagai opsi senior, jika Presiden menginginkan stabilitas jangka pendek.
Pemilihan KSAD baru, nantinya bukan sekadar urusan senioritas atau kedekatan personal, melainkan kebutuhan organisasi untuk menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks. Presiden selaku panglima tertinggi tentu akan menimbang rekam jejak, penguasaan teritorial, dan kemampuan adaptasi kandidat terhadap modernisasi alutsista.
Dari paparan tersebut di atas, ada tujuh nama yang sangat diperhitungkan untuk menjadi KSAD pengganti Maruli Simanjuntak. Mereka adalah: Jenderal Tandyo Budi Revita, Letjen Richard Tampubolon, Letjen Muhammad Saleh Mustafa, Letjen Bambang Trisnohadi, Letjen Mohammad Fajar, Letjen Yudi Abrimantyo, dan Letjen Kunto Arief Wibowo.
Siapa pun yang nantinya terpilih, ia mengemban tugas berat: menjaga soliditas internal AD, memastikan kesejahteraan prajurit, dan tetap tegak lurus pada politik negara. Bursa ini bukan sekadar perebutan kursi, melainkan penegasan arah masa depan pertahanan Indonesia.
(shf)
Lihat Juga :