OIC Youth Indonesia: Menghimpun Kekuatan Pemuda, untuk Masa Depan Bangsa
Kamis, 05 Februari 2026 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun ini, Indonesia menjabat sebagai Ketua Developing Eight (D-8). OIC Youth Indonesia memandang momentum ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat peran pemuda Indonesia dalam diplomasi ekonomi, energi, dan inovasi. Oleh karena itu, OIC Youth Indonesia memfokuskan upaya pada penguatan forum dan dialog pemuda OKI melalui Model OIC dan berbagai Youth Forum, yang dikaitkan secara sinergis dengan agenda D-8 dan prioritas nasional Indonesia.
“Keketuaan Indonesia di Developing Eight adalah momentum strategis. OIC Youth Indonesia akan mendorong forum pemuda D-8, jejaring kolaborasi lintas negara, serta advokasi agar suara pemuda terintegrasi dalam arsitektur kerja sama internasional,” ujar Astrid.
Tantangan yang Dihadapi dan Solusinya
Dalam pandangan kami di OIC Youth Indonesia, kontribusi pemuda Indonesia dalam diplomasi harus berjalan seiring dan selaras dengan peta jalan integrasi Indonesia di Dunia Islam yang telah disusun oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Peta jalan tersebut menekankan pentingnya integrasi sebagai proses interkoneksi, proyeksi pengaruh, dan pengakuan atas peran Indonesia di Dunia Islam, yang tidak hanya dijalankan melalui diplomasi negara, tetapi juga melalui penguatan peran aktor non-negara, termasuk pemuda.
Dalam perjalanannya, OIC Youth Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan. Namun demikian, organisasi ini tetap berkomitmen untuk menghadirkan solusi inovatif guna memastikan bahwa pemuda Indonesia memiliki akses yang setara untuk berkembang serta berkontribusi secara nyata bagi kepentingan nasional dan internasional.
“Tantangan utama kami adalah sinkronisasi antara kapasitas dan inisiatif pemuda dengan proses pengambilan keputusan di tingkat para pemangku kebijakan, baik lintas Kementerian/Lembaga, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga RI serta Kementerian Luar Negeri RI, keterbatasan sumber daya, keberlanjutan program, serta penguatan kelembagaan,” jelas Astrid.
Untuk menjawab tantangan tersebut, OIC Youth Indonesia secara aktif mengambil berbagai langkah strategis, antara lain dengan memperkuat kolaborasi lintas institusi, menjaga tata kelola organisasi, serta memastikan bahwa inisiatif pemuda tidak hanya sejalan dengan agenda nasional, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung strategis (missing link) yang melengkapi dan memperkuat diplomasi formal negara, termasuk melalui fasilitasi dan dorongan partisipasi pemuda Indonesia dalam forum-forum internasional sebagai bagian dari investasi jangka panjang kepemimpinan global.
Pesan untuk Pemuda Indonesia
Terakhir, Astrid menyampaikan pesan kepada para pemuda Indonesia: "Pemuda Indonesia harus berani bermimpi besar, namun juga siap bekerja nyata." Dia menekankan bahwa pemuda harus memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk menghadapi tantangan global dan proaktif dalam memanfaatkan setiap kesempatan. "Bangsa ini membutuhkan pemuda yang kritis, kolaboratif, berintegritas, dan berorientasi pada solusi, baik di tingkat nasional maupun global."
“Keketuaan Indonesia di Developing Eight adalah momentum strategis. OIC Youth Indonesia akan mendorong forum pemuda D-8, jejaring kolaborasi lintas negara, serta advokasi agar suara pemuda terintegrasi dalam arsitektur kerja sama internasional,” ujar Astrid.
Tantangan yang Dihadapi dan Solusinya
Dalam pandangan kami di OIC Youth Indonesia, kontribusi pemuda Indonesia dalam diplomasi harus berjalan seiring dan selaras dengan peta jalan integrasi Indonesia di Dunia Islam yang telah disusun oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Peta jalan tersebut menekankan pentingnya integrasi sebagai proses interkoneksi, proyeksi pengaruh, dan pengakuan atas peran Indonesia di Dunia Islam, yang tidak hanya dijalankan melalui diplomasi negara, tetapi juga melalui penguatan peran aktor non-negara, termasuk pemuda.
Dalam perjalanannya, OIC Youth Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan. Namun demikian, organisasi ini tetap berkomitmen untuk menghadirkan solusi inovatif guna memastikan bahwa pemuda Indonesia memiliki akses yang setara untuk berkembang serta berkontribusi secara nyata bagi kepentingan nasional dan internasional.
“Tantangan utama kami adalah sinkronisasi antara kapasitas dan inisiatif pemuda dengan proses pengambilan keputusan di tingkat para pemangku kebijakan, baik lintas Kementerian/Lembaga, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga RI serta Kementerian Luar Negeri RI, keterbatasan sumber daya, keberlanjutan program, serta penguatan kelembagaan,” jelas Astrid.
Untuk menjawab tantangan tersebut, OIC Youth Indonesia secara aktif mengambil berbagai langkah strategis, antara lain dengan memperkuat kolaborasi lintas institusi, menjaga tata kelola organisasi, serta memastikan bahwa inisiatif pemuda tidak hanya sejalan dengan agenda nasional, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung strategis (missing link) yang melengkapi dan memperkuat diplomasi formal negara, termasuk melalui fasilitasi dan dorongan partisipasi pemuda Indonesia dalam forum-forum internasional sebagai bagian dari investasi jangka panjang kepemimpinan global.
Pesan untuk Pemuda Indonesia
Terakhir, Astrid menyampaikan pesan kepada para pemuda Indonesia: "Pemuda Indonesia harus berani bermimpi besar, namun juga siap bekerja nyata." Dia menekankan bahwa pemuda harus memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk menghadapi tantangan global dan proaktif dalam memanfaatkan setiap kesempatan. "Bangsa ini membutuhkan pemuda yang kritis, kolaboratif, berintegritas, dan berorientasi pada solusi, baik di tingkat nasional maupun global."
(unt)
Lihat Juga :