OIC Youth Indonesia: Menghimpun Kekuatan Pemuda, untuk Masa Depan Bangsa
Kamis, 05 Februari 2026 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
“Perlu dipahami bahwa kultur kerja di organisasi internasional terutama organisasi antarpemerintah, sangat berbeda dengan organisasi di dalam negeri,” jelas Astrid. “Di sana terdapat management rules, standar profesional, serta dos and don’ts yang tidak selalu tertulis, namun sangat menentukan dinamika kerja sehari-hari. Pendekatan terhadap komunikasi, pengambilan keputusan, hingga penyelesaian konflik juga memiliki pola dan sensitivitas tersendiri.
Sejalan dengan penguatan kapasitas tersebut, OIC Youth Indonesia secara aktif mendorong dan memotivasi anggota, pengurus, komunitas pemuda, civitas akademika, hingga para santri untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan internasional, baik yang bersifat fully funded, partially funded, maupun self-funded, sesuai dengan kriteria dan mekanisme yang berlaku. OIC Youth Indonesia memandang partisipasi internasional sebagai investasi jangka panjang dalam people-to-people diplomacy, di mana pengalaman langsung (first-hand experience) memberikan nilai pembelajaran yang jauh melampaui pengetahuan teoretis semata.
Pengalaman internasional tersebut diharapkan membentuk karakter, jejaring, dan perspektif global pemuda, sekaligus memungkinkan mereka kembali ke Indonesia dengan membawa gagasan, praktik baik, serta semangat kolaborasi yang dapat ditularkan ke lingkungan dan komunitas masing-masing. Dalam setiap partisipasi internasional, OIC Youth Indonesia menekankan pentingnya representasi, integritas, dan tanggung jawab, agar pemuda Indonesia yang berkiprah di luar negeri senantiasa membawa nama Indonesia dengan sebaik-baiknya dan pulang dengan kontribusi nyata bagi bangsa.
Pada tahun 2026, Astrid dipercaya oleh Islamic Cooperation Youth Forum (ICYF) untuk menjabat sebagai Koordinator Regional Model OIC untuk kawasan Asia. Amanah ini membuka ruang yang lebih luas bagi Indonesia untuk berbagi praktik terbaik sekaligus memperkuat peran pemuda Indonesia dalam ekosistem diplomasi kepemudaan regional dan internasional.
Kiprah OIC Youth Indonesia dalam Diplomasi Kepemudaan Regional dan Global
Di tingkat Asia dan internasional, OIC Youth Indonesia berperan sebagai jembatan diplomasi pemuda yang menghubungkan pemuda Indonesia dengan negara-negara anggota OKI serta mitra global lainnya. Melalui ICYF sebagai organ resmi OKI di bidang kepemudaan, pemuda Indonesia memperoleh legitimasi, kepercayaan, dan ruang partisipasi yang signifikan di kancah internasional.
Sebagai contoh, Pendiri dan Presiden OIC Youth Indonesia periode 2009–2019 yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina, Tantan Taufiq Lubis, telah dipercaya oleh Sidang Umum (General Assembly) ICYF untuk menjabat sebagai Anggota Dewan (Board Member) mewakili Asia pada periode 2014–2018, serta sebagai Wakil Presiden ICYF mewakili Asia pada periode 2018–2024.
Melanjutkan kesinambungan kepemimpinan tersebut, Astrid selaku suksesi kepemimpinan OIC Youth Indonesia terpilih dalam 5th General Assembly ICYF tahun 2024 sebagai anggota Membership Review and Fundraising Committee kawasan Asia, serta pada tahun 2026 dipercaya untuk menjabat sebagai Koordinator Regional Model OIC kawasan Asia untuk pertama kalinya. Hal ini mencerminkan capaian signifikan Indonesia dalam diplomasi kepemudaan internasional serta mempertegas posisi strategis pemuda Indonesia di tingkat global.
Momentum D-8 dan Penguatan Diplomasi Pemuda
Sejalan dengan penguatan kapasitas tersebut, OIC Youth Indonesia secara aktif mendorong dan memotivasi anggota, pengurus, komunitas pemuda, civitas akademika, hingga para santri untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan internasional, baik yang bersifat fully funded, partially funded, maupun self-funded, sesuai dengan kriteria dan mekanisme yang berlaku. OIC Youth Indonesia memandang partisipasi internasional sebagai investasi jangka panjang dalam people-to-people diplomacy, di mana pengalaman langsung (first-hand experience) memberikan nilai pembelajaran yang jauh melampaui pengetahuan teoretis semata.
Pengalaman internasional tersebut diharapkan membentuk karakter, jejaring, dan perspektif global pemuda, sekaligus memungkinkan mereka kembali ke Indonesia dengan membawa gagasan, praktik baik, serta semangat kolaborasi yang dapat ditularkan ke lingkungan dan komunitas masing-masing. Dalam setiap partisipasi internasional, OIC Youth Indonesia menekankan pentingnya representasi, integritas, dan tanggung jawab, agar pemuda Indonesia yang berkiprah di luar negeri senantiasa membawa nama Indonesia dengan sebaik-baiknya dan pulang dengan kontribusi nyata bagi bangsa.
Pada tahun 2026, Astrid dipercaya oleh Islamic Cooperation Youth Forum (ICYF) untuk menjabat sebagai Koordinator Regional Model OIC untuk kawasan Asia. Amanah ini membuka ruang yang lebih luas bagi Indonesia untuk berbagi praktik terbaik sekaligus memperkuat peran pemuda Indonesia dalam ekosistem diplomasi kepemudaan regional dan internasional.
Kiprah OIC Youth Indonesia dalam Diplomasi Kepemudaan Regional dan Global
Di tingkat Asia dan internasional, OIC Youth Indonesia berperan sebagai jembatan diplomasi pemuda yang menghubungkan pemuda Indonesia dengan negara-negara anggota OKI serta mitra global lainnya. Melalui ICYF sebagai organ resmi OKI di bidang kepemudaan, pemuda Indonesia memperoleh legitimasi, kepercayaan, dan ruang partisipasi yang signifikan di kancah internasional.
Sebagai contoh, Pendiri dan Presiden OIC Youth Indonesia periode 2009–2019 yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina, Tantan Taufiq Lubis, telah dipercaya oleh Sidang Umum (General Assembly) ICYF untuk menjabat sebagai Anggota Dewan (Board Member) mewakili Asia pada periode 2014–2018, serta sebagai Wakil Presiden ICYF mewakili Asia pada periode 2018–2024.
Melanjutkan kesinambungan kepemimpinan tersebut, Astrid selaku suksesi kepemimpinan OIC Youth Indonesia terpilih dalam 5th General Assembly ICYF tahun 2024 sebagai anggota Membership Review and Fundraising Committee kawasan Asia, serta pada tahun 2026 dipercaya untuk menjabat sebagai Koordinator Regional Model OIC kawasan Asia untuk pertama kalinya. Hal ini mencerminkan capaian signifikan Indonesia dalam diplomasi kepemudaan internasional serta mempertegas posisi strategis pemuda Indonesia di tingkat global.
Momentum D-8 dan Penguatan Diplomasi Pemuda
Lihat Juga :