Muktamar ke-35 NU, KH Ma'ruf Amin-Abdussalam Dinilai Bisa Kembalikan Jati Diri NU
Kamis, 05 Februari 2026 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Gus Yahya Singgung Hujan Pagi Ini dan Dinamika di PBNU: Tak Kalah Lebatnya
Ahmad Samsul Rijal melihat KH Ma’ruf Amin dan KH Abdussalam Shohib, merupakan pasangan ideal. Keduanya tokoh dengan kepribadian yang bisa memenuhi harapan Nahdliyyin untuk memimpin PBNU ke depan.
"Beliau berdua bisa mengembalikan jati diri NU yang dibanggakan nahdliyyin, menguatkan akar jam’iyyah, dan menjawab tantangan zaman dengan peran PBNU lebih efektif," katanya.
Ketua Pengurus Yayasan Islamic Center for Democracy and Human Rights Empowerment menilai, KH Ma’ruf Amin dikenal ulama konseptor ekonomi syariah Indonesia dan pelopor industri keuangan syariah. Dengan ragam ilmu dan keahlian, beliau ingin Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia dengan prinsip keadilan, keumatan, dan kedaulatan.
"Beliau Allamah, menguasai disiplin ilmu agama yang luas dan mendalam dengan sanad keilmuan yang terpercaya. Beliau pernah menjadi Rais Aam PBNU masa khidmat 2015-2020, namun tahun 2018 beliau mundur karena diminta menjadi Cawapres, dan akhirnya menjadi Wapres 2019-2024. Desember 2025, beliau juga mundur dari Ketua Dewan Syuro DPP PKB dan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dengan alasan lama mengabdi dan menghendaki regenerasi," katanya.
Sementara KH Abdussalam Shohib, dikenal Gus Salam, adalah pengasuh, melanjutkan kepengasuhan PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang, yang didirikan kakeknya, KH Bishri Syansuri, salah satu muassis NU. Beliau dua kali berkhidmat di jajaran PBNU, namun lebih dikenal sebagai penggerak utama PWNU Jawa Timur dengan jabatan Wakil Ketua.
Progresvitas Gus Salam di NU terbentuk dari genetika darah pejuang dan pendiri NU. Ditempa di lingkungan pesantren, namun suka bergumul dengan para praktisi berbagai disiplin ilmu. Sehingga, pribadinya matang, terasah oleh pergaulan semua lapisan sosial, dari kalangan bawah hingga para tokoh-tokoh nasional.
Ahmad Samsul Rijal melihat KH Ma’ruf Amin dan KH Abdussalam Shohib, merupakan pasangan ideal. Keduanya tokoh dengan kepribadian yang bisa memenuhi harapan Nahdliyyin untuk memimpin PBNU ke depan.
"Beliau berdua bisa mengembalikan jati diri NU yang dibanggakan nahdliyyin, menguatkan akar jam’iyyah, dan menjawab tantangan zaman dengan peran PBNU lebih efektif," katanya.
Ketua Pengurus Yayasan Islamic Center for Democracy and Human Rights Empowerment menilai, KH Ma’ruf Amin dikenal ulama konseptor ekonomi syariah Indonesia dan pelopor industri keuangan syariah. Dengan ragam ilmu dan keahlian, beliau ingin Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia dengan prinsip keadilan, keumatan, dan kedaulatan.
"Beliau Allamah, menguasai disiplin ilmu agama yang luas dan mendalam dengan sanad keilmuan yang terpercaya. Beliau pernah menjadi Rais Aam PBNU masa khidmat 2015-2020, namun tahun 2018 beliau mundur karena diminta menjadi Cawapres, dan akhirnya menjadi Wapres 2019-2024. Desember 2025, beliau juga mundur dari Ketua Dewan Syuro DPP PKB dan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dengan alasan lama mengabdi dan menghendaki regenerasi," katanya.
Sementara KH Abdussalam Shohib, dikenal Gus Salam, adalah pengasuh, melanjutkan kepengasuhan PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang, yang didirikan kakeknya, KH Bishri Syansuri, salah satu muassis NU. Beliau dua kali berkhidmat di jajaran PBNU, namun lebih dikenal sebagai penggerak utama PWNU Jawa Timur dengan jabatan Wakil Ketua.
Progresvitas Gus Salam di NU terbentuk dari genetika darah pejuang dan pendiri NU. Ditempa di lingkungan pesantren, namun suka bergumul dengan para praktisi berbagai disiplin ilmu. Sehingga, pribadinya matang, terasah oleh pergaulan semua lapisan sosial, dari kalangan bawah hingga para tokoh-tokoh nasional.
Lihat Juga :