Jelang Muktamar ke-35 NU, Pengasuh Pesantren Lirboyo Figur Kompeten Jadi Rais Aam PBNU
Kamis, 05 Februari 2026 - 17:04 WIB
loading...
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH. Kafabihi Mahrus dinilai sebagai figur kompeten jadi Rais Aam PBNU. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Mandat kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) terletak di Syuriyah sebagai lembaga tertinggi dan pengendali NU seutuhnya. Posisi Rais Aam bukan sekadar jabatan administratif, melainkan manifestasi dari maqam atau kedudukan spiritual dan intelektual tertinggi.
Syuriyah adalah penjaga gawang ideologi sekaligus penunjuk moral bagi jutaan nahdliyin. ”Di tengah disrupsi zaman dan menjelang Muktamar ke-35 NU, sosok KH. Kafabihi Mahrus muncul bukan hanya sebagai kandidat, melainkan sebuah kebutuhan sejarah bagi struktur PBNU," kata Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bina Insan Mulia Cirebon KH. Imam Jazuli, Kamis (5/2/2026).
Kiai Imam juga menyebutkan beberapa alasan mengapa Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo ini merupakan figur yang kompeten untuk mengemban amanah sebagai Rais Aam di PBNU. Pertama, kedalaman epistemologi yakni, Aliman dan Faqihan
Baca juga: Gus Yahya Ajak Rais Aam PBNU Gelar Muktamar Bersama
“Keabsahan kepemimpinan dalam tradisi pesantren mutlak bersandar pada penguasaan literatur klasik (turats). Kiai Kafabihi adalah representasi murni dari transmisi keilmuan yang tidak terputus (isnad),” katanya.
Sebagai figur yang tumbuh dalam ekosistem intelektual Lirboyo, KH. Kafabihi Mahrus memiliki ketajaman dalam metodologi istinbath al-hukm (pengambilan keputusan hukum). Di tengah arus liberalisme dan konservatisme ekstrem, sosok faqih (ahli fiqh) yang moderat seperti beliau sangat dibutuhkan untuk memastikan fatwa-fatwa NU tetap relevan namun tidak tercerabut dari akar tradisi.
Syuriyah adalah penjaga gawang ideologi sekaligus penunjuk moral bagi jutaan nahdliyin. ”Di tengah disrupsi zaman dan menjelang Muktamar ke-35 NU, sosok KH. Kafabihi Mahrus muncul bukan hanya sebagai kandidat, melainkan sebuah kebutuhan sejarah bagi struktur PBNU," kata Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bina Insan Mulia Cirebon KH. Imam Jazuli, Kamis (5/2/2026).
Kiai Imam juga menyebutkan beberapa alasan mengapa Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo ini merupakan figur yang kompeten untuk mengemban amanah sebagai Rais Aam di PBNU. Pertama, kedalaman epistemologi yakni, Aliman dan Faqihan
Baca juga: Gus Yahya Ajak Rais Aam PBNU Gelar Muktamar Bersama
“Keabsahan kepemimpinan dalam tradisi pesantren mutlak bersandar pada penguasaan literatur klasik (turats). Kiai Kafabihi adalah representasi murni dari transmisi keilmuan yang tidak terputus (isnad),” katanya.
Sebagai figur yang tumbuh dalam ekosistem intelektual Lirboyo, KH. Kafabihi Mahrus memiliki ketajaman dalam metodologi istinbath al-hukm (pengambilan keputusan hukum). Di tengah arus liberalisme dan konservatisme ekstrem, sosok faqih (ahli fiqh) yang moderat seperti beliau sangat dibutuhkan untuk memastikan fatwa-fatwa NU tetap relevan namun tidak tercerabut dari akar tradisi.
Lihat Juga :