Kementerian Komdigi Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Ekosistem Pers Sehat

Kamis, 05 Februari 2026 - 13:40 WIB
loading...
Kementerian Komdigi...
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komdigi Fifi Aleyda Yahya. Foto/Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital ( Komdigi ) memastikan komitmen pemerintah untuk terus menjaga ekosistem pers yang sehat di tengah disrupsi teknologi dan tekanan ekonomi yang kian berat. Hal ini disampaikan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Komdigi Fifi Aleyda Yahya .

Sebagai pilar demokrasi, kata dia, pers yang berkelanjutan merupakan kepentingan bersama. Untuk itu, pemerintah berkomitmen hadir melalui regulasi, mulai dari UU Pers, UU Penyiaran , hingga aturan di ranah digital, untuk memastikan ekosistem media yang sehat, berkeadilan, dan berintegritas.

"Pemerintah berkomitmen untuk terus menjadi mitra dalam menjaga ekosistem pers yang sehat, pers yang mampu bertahan secara ekonomi, tetap independen secara editorial, dan dipercaya oleh publik. Pers yang kuat dan berintegritas bukan hanya kebutuhan industri, melainkan fondasi penting bagi masyarakat yang demokratis dan berdaya," kata Fifi dalam sambutannya mewakili Menkomdigi Meutya Hafid dalam Outlook Media 2026 bertajuk 'Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan, dan Integritas di Era Hiper-konektivitas' yang digelar Dewan Pers, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga: Dewan Pers dan LPSK Teken MoU Perlindungan Kerja Pers

Fifi juga menegaskan tentang pentingnya menjaga integritas jurnalistik. Hal ini tak terlepas dari dilema nyata yang dihadapi insan pers saat ini, yakni antara mengejar kecepatan (viral) atau mempertahankan ketepatan (verifikasi).

"Informasi kini bergerak dalam hitungan detik dan algoritma sangat memengaruhi apa yang kita lihat. Kecepatan kerap lebih dihargai daripada ketepatan, dan viral sering kali lebih menarik dibandingkan verifikasi," ujarnya

Pemerintah menyadari bahwa perubahan industri periklanan telah mengubah peta bisnis media. Saat ini, keputusan iklan banyak ditentukan oleh angka-angka performa jangka pendek seperti klik, impresi, dan engagement. Hal ini menciptakan tantangan besar bagi kesejahteraan pekerja media dan eksistensi perusahaan pers.

"Media menghadapi dilema yang nyata: bertahan hidup atau menjaga kualitas, mengejar klik atau menjaga kepercayaan, mengikuti arus atau tetap memegang kompas."



Komdigi menekankan bahwa integritas bukanlah penghalang bagi pesatnya kemajuan teknologi. Di era hiperkonektivitas, integritas berarti tahu kapan harus bergerak cepat dan kapan harus berhenti sejenak untuk konfirmasi.

Dia meyakini kepercayaan publik bukan hanya sekadar nilai etis, melainkan aset ekonomi yang krusial. Media yang tepercaya diyakini akan memiliki audiens yang lebih loyal, reputasi yang kuat, dan posisi tawar yang lebih baik di masa depan.

"Batas ini memang tidak selalu nyaman, tapi justru di sanalah kepercayaan publik terbangun."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Timnas Korea Selatan...
Timnas Korea Selatan Boikot Delegasi Pers Negaranya di Piala Dunia 2026
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Rekomendasi
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Kawin Silang JLR dan...
Kawin Silang JLR dan Chery: Freelander 8 Lahir, Eropa Ketar-ketir!
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Berita Terkini
Momen Pelimpahan Roy...
Momen Pelimpahan Roy Suryo ke Kejaksaan, Sempat Adu Mulut Tolak Pakai Baju Tahanan
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Keluarga Roy Suryo dan...
Keluarga Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Ajukan Penangguhan Penahanan
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Dilimpahkan ke Kejari...
Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Roy Suryo: Allahu Akbar, Terus Semangat!
Keluar dari RS Polri,...
Keluar dari RS Polri, Roy Suryo Kepalkan Tangan, dr tifa Dipegang 2 Polisi
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved