Mengapa Anak dan Remaja Bunuh Diri?

Rabu, 04 Februari 2026 - 19:39 WIB
loading...
Mengapa Anak dan Remaja...
Muhammad Iqbal, Ph.D, Psikolog, Associate Professor, Universitas Paramadina. Foto: Sindonews
A A A
Muhammad Iqbal, Ph.D
Psikolog
Associate Professor, Universitas Paramadina

SURAT buat Mama
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau mencari saya
Selamat tinggal Mama

Itulah surat yang ditulis seorang anak SD di Ngada NTT yang mengakhiri hidupnya. Anak tersebut diketahui tidak mengenal ayahnya sejak kecil dan sedang tinggal bersama neneknya, karena ibunya memiliki masalah ekonomi. Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, ia sempat meminta uang kepada sang ibu, yang pada saat itu tidak dapat memenuhinya. Tidak lama kemudian, anak tersebut mengakhiri hidupnya.

Peristiwa ini sungguh memilukan dan menggugah keprihatinan mendalam. Bunuh diri selama ini lebih sering dipersepsikan sebagai fenomena pada individu dewasa, namun kasus ini kembali menegaskan bahwa perilaku bunuh diri juga dapat terjadi pada anak-anak. Fenomena ini tidak dapat dipahami sebagai peristiwa tunggal atau keputusan rasional, melainkan sebagai hasil interaksi kompleks antara faktor psikologis, sosial, dan perkembangan yang melampaui kapasitas regulasi emosi anak.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, sekitar 5,5% remaja usia 10–17 tahun mengalami gangguan kesehatan mental. Prevalensi depresi tertinggi ditemukan pada kelompok usia 15–24 tahun, dengan angka sekitar 2%. Selain itu, teridentifikasi pula gangguan kecemasan (3,7%), depresi (1%), post-traumatic stress disorder/PTSD (0,9%), serta attention-deficit/hyperactivity disorder/ADHD (0,5%).

Data ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental pada anak dan remaja bukanlah fenomena yang jarang, melainkan isu kesehatan masyarakat yang nyata dan memerlukan perhatian lintas sektor.

Selain itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat bahwa selama periode Januari–Oktober 2025 terdapat 25 kasus bunuh diri pada anak. Angka ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan 43 kasus pada tahun 2024 dan 46 kasus pada tahun 2023.

Namun, penurunan angka tersebut tidak dapat dimaknai secara sederhana sebagai berkurangnya kerentanan psikologis anak. Setiap kasus bunuh diri pada anak tetap merepresentasikan kegagalan sistem perlindungan psikososial dalam mendeteksi dan merespons distress emosional anak secara dini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekerasan Fisik dan...
Kekerasan Fisik dan Seksual Masih Ada, Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Menteri Arifah: PP Tunas...
Menteri Arifah: PP Tunas Lindungi Anak dari Ancaman Ruang Digital
KLB Campak Meningkat,...
KLB Campak Meningkat, Vita DPR: Negara Tak Boleh Abai Lindungi Anak
Pemerintah Batasi TikTok...
Pemerintah Batasi TikTok hingga Roblox untuk Anak-anak, Orang Tua: Kita Dukung!
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Seskab Teddy Dorong...
Seskab Teddy Dorong Orang Tua Batasi Akses Media Sosial bagi Anak
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Rekomendasi
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Salah Umumkan Ayah Messi...
Salah Umumkan Ayah Messi Meninggal, Presenter Argentina Mundur
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved