4.000 ASN akan Dilatih Menjadi Komcad, Pengamat Militer: Perencanaan Lebih Matang

Senin, 02 Februari 2026 - 12:17 WIB
loading...
4.000 ASN akan Dilatih...
Upacara Penetapan Komponen Cadangan (Komcad) pada tahun 2022. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana melatih sekitar 4.000 Aparatur Sipil Negara ( ASN ) pendidikan dasar militer untuk memperkuat Komponen Cadangan ( Komcad ). Pengamat militer Anton Aliabbas memberikan tiga catatan soal rencana ini, termasuk perencanaan yang lebih matang.

Menurut Anton, ada tiga catatan positif terkait kebijakan perekrutan ASN menjadi Komcad. Pertama, rencana ini konsisten dengan kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah. Dengan mendahulukan ASN maka pemerintah setidaknya tidak perlu memikirkan 'kepantasan' terkait besaran uang saku yang diberikan selama pelatihan.

"Salah satu kritik yang kerap muncul adalah nominal uang saku yang dianggap terlalu kecil dan tidak dapat menutupi besaran pendapatan bagi mereka, terutama non ASN, yang berpotensi berkurang atau hilang karena harus meninggalkan pekerjaan selama mengikuti pelatihan dasar kemiliteran (Latsarmil) selama 3 bulan. Jika ASN yang mengikuti Latsarmil maka mereka tentunya akan tetap mendapatkan gaji bulanan seperti biasa, tanpa perlu risau akan kehilangan pendapatan," ujar Anton dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: Korpri Sebut Pelatihan Komcad untuk ASN Selama 3 Bulan Kelamaan

Kedua, potensi ekses negatif karena mengikuti Latsarmil dapat ditekan. Salah satu kekhawatiran terkait perekrutan sipil mengikuti Latsarmil Komcad adalah potensi arogansi berlebihan yang muncul akibat merasa memiliki beking. Potensi ini tentunya juga dapat ditekan mengingat ASN telah melewati serangkaian seleksi, berbeda halnya dengan non-ASN yang tentu saja membutuhkan proses seleksi lebih lanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap 5 ASN BPK
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Rekomendasi
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved