Dukung Presiden Prabowo Bereskan BEI, GPA Minta Polri Usut Tuntas Oligarki Pasar
Minggu, 01 Februari 2026 - 16:19 WIB
loading...
Langkah Presiden Prabowo Subianto membereskan kekacauan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diapresiasi. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Langkah Presiden Prabowo Subianto membereskan kekacauan di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah IHSG anjlok hingga 10% dan perdagangan dihentikan (trading halt) pada Rabu, 28 Januari 2026 diapresiasi. Salah satunya dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA), Aminullah Siagian.
Aminullah menilai kejatuhan IHSG yang dipicu keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan rebalancing indeks Indonesia merupakan tamparan keras bagi kedaulatan pasar modal nasional dan bukti nyata gagalnya tata kelola BEI serta lemahnya pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Ini bukan sekadar volatilitas pasar. Ini krisis kepercayaan. Pengunduran diri pimpinan BEI dan OJK bukan bentuk tanggung jawab, melainkan akibat langsung dari buruknya pengelolaan dan lemahnya pengawasan yang memberi ruang bebas bagi praktik penggorengan saham dan skema manipulatif,” ujar Aminullah di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Polri Usut Dugaan Pidana Isu Saham Gorengan saat IHSG Anjlok
Menurut Aminullah, kondisi tersebut dimanfaatkan oleh bandar saham dan oligarki pasar yang bermain kotor, sementara investor kecil menjadi korban utama. Dampaknya bukan hanya kerugian ritel domestik, tetapi juga sanksi indeks global dan derasnya arus modal keluar negeri.
Aminullah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang telah turun tangan mengusut persoalan ini. Aminullah mendesak penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi dan tanpa pandang bulu.
Lihat video: IHSG Anjlok Dua Hari Berturut-turut, Dirut BEI Resmi Mundur!
“Usut tuntas. Tangkap semua pihak yang terlibat baik di BEI, OJK, maupun jaringan bandar dan oligarki pasar. Negara tidak boleh kalah oleh segelintir elite yang merusak sistem dan merampok kepercayaan publik,” ujarnya.
Aminullah menegaskan pembersihan pasar modal merupakan ujian awal bagi pemerintahan Presiden Prabowo dalam menegakkan kedaulatan ekonomi nasional dan memastikan pasar modal kembali berpihak pada kepentingan rakyat.
“Pasar modal bukan kasino oligarki. Ini momentum Presiden Prabowo menunjukkan keberanian politik berdiri di pihak rakyat, bukan pemodal rakus,” ucapnya.
Aminullah menilai kejatuhan IHSG yang dipicu keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan rebalancing indeks Indonesia merupakan tamparan keras bagi kedaulatan pasar modal nasional dan bukti nyata gagalnya tata kelola BEI serta lemahnya pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Ini bukan sekadar volatilitas pasar. Ini krisis kepercayaan. Pengunduran diri pimpinan BEI dan OJK bukan bentuk tanggung jawab, melainkan akibat langsung dari buruknya pengelolaan dan lemahnya pengawasan yang memberi ruang bebas bagi praktik penggorengan saham dan skema manipulatif,” ujar Aminullah di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Polri Usut Dugaan Pidana Isu Saham Gorengan saat IHSG Anjlok
Menurut Aminullah, kondisi tersebut dimanfaatkan oleh bandar saham dan oligarki pasar yang bermain kotor, sementara investor kecil menjadi korban utama. Dampaknya bukan hanya kerugian ritel domestik, tetapi juga sanksi indeks global dan derasnya arus modal keluar negeri.
Aminullah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang telah turun tangan mengusut persoalan ini. Aminullah mendesak penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi dan tanpa pandang bulu.
Lihat video: IHSG Anjlok Dua Hari Berturut-turut, Dirut BEI Resmi Mundur!
“Usut tuntas. Tangkap semua pihak yang terlibat baik di BEI, OJK, maupun jaringan bandar dan oligarki pasar. Negara tidak boleh kalah oleh segelintir elite yang merusak sistem dan merampok kepercayaan publik,” ujarnya.
Aminullah menegaskan pembersihan pasar modal merupakan ujian awal bagi pemerintahan Presiden Prabowo dalam menegakkan kedaulatan ekonomi nasional dan memastikan pasar modal kembali berpihak pada kepentingan rakyat.
“Pasar modal bukan kasino oligarki. Ini momentum Presiden Prabowo menunjukkan keberanian politik berdiri di pihak rakyat, bukan pemodal rakus,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :