Forum Internasional di Mesir, Kemenag Perkenalkan Ekoteologi sebagai Sumber Harmoni Sosial
Minggu, 01 Februari 2026 - 14:56 WIB
loading...
Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Lubenah Amir memperkenalkan konsep ekoteologi dan peran agama sebagai sumber harmoni sosial. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama ( Kemenag ) memperkenalkan konsep ekoteologi dan peran agama sebagai sumber harmoni sosial. Konsep tersebut jawaban atas krisis yang tengah dihadapi dunia modern saat ini.
Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Lubenah Amir, saat menjadi pembicara dalam seminar internasional yang digelar pada rangkaian Cairo International Islamic Book Fair di Mesir, Sabtu, 31 Januari 2026. Seminar itu diikuti 150 peserta dari berbagai latar belakang akademik dan keagamaan
Lubenah menjelaskan, agama memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan global, termasuk krisis ekologis dan kemanusiaan yang saling berkaitan. Dikatakannya, dunia modern saat ini dihadapkan pada berbagai krisis yang kompleks.
Baca juga: Gelar Rakernas, Kemenag Paparkan Praktik Ekoteologi dari Hutan Wakaf hingga Green KUA
“Dunia modern tengah menghadapi krisis yang saling berkaitan dan saling memengaruhi, yaitu krisis ekologis, krisis kemanusiaan, krisis makna, dan krisis kepercayaan,” ujarnya.
Lubenah menekankan agama tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai praktik ritual atau identitas formal, melainkan harus hadir sebagai kekuatan yang membangun relasi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Lubenah Amir, saat menjadi pembicara dalam seminar internasional yang digelar pada rangkaian Cairo International Islamic Book Fair di Mesir, Sabtu, 31 Januari 2026. Seminar itu diikuti 150 peserta dari berbagai latar belakang akademik dan keagamaan
Lubenah menjelaskan, agama memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan global, termasuk krisis ekologis dan kemanusiaan yang saling berkaitan. Dikatakannya, dunia modern saat ini dihadapkan pada berbagai krisis yang kompleks.
Baca juga: Gelar Rakernas, Kemenag Paparkan Praktik Ekoteologi dari Hutan Wakaf hingga Green KUA
“Dunia modern tengah menghadapi krisis yang saling berkaitan dan saling memengaruhi, yaitu krisis ekologis, krisis kemanusiaan, krisis makna, dan krisis kepercayaan,” ujarnya.
Lubenah menekankan agama tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai praktik ritual atau identitas formal, melainkan harus hadir sebagai kekuatan yang membangun relasi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.
Lihat Juga :