Gibran Berpotensi Jadi Capres 2029, Jokowi: Prabowo-Gibran 2 Periode, Sudah Itu Saja
Jum'at, 30 Januari 2026 - 19:14 WIB
loading...
A
A
A
“Secara struktur formal, Jokowi sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Tapi secara pengaruh, dia jelas tidak ingin kehilangan kendali. Dukungan dua periode kepada Prabowo–Gibran adalah pesan simbolik bahwa Jokowi masih punya basis massa yang loyal dan siap dimobilisasi,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Menurut Iqbal, tidak seperti mantan Presiden Megawati dan SBY yang memiliki partai sebagai kendaraan politik jangka panjang, Jokowi tidak memegang kendali struktural atas partai mana pun. Dalam situasi tersebut, kekuatan relawan menjadi instrumen politik utama yang kini kembali dikonsolidasikan.
“Relawan adalah aset politik utama Jokowi. Hari ini, kekuatan itu mulai dirapikan ulang sebagai basis politik alternatif baik untuk menopang pemerintahan Prabowo–Gibran maupun untuk menyiapkan skenario kekuasaan lain yang berada dalam orbit Jokowi,” ungkapnya.
Di sisi lain, dia melihat ini sebagai langkah taktis Jokowi dalam merespons tekanan politik yang diarahkan kepada dirinya dan keluarganya. Mulai dari isu keabsahan ijazah hingga wacana pemakzulan Gibran, semua itu memperkuat kebutuhan Jokowi untuk menunjukkan bahwa dia masih memiliki benteng loyalis yang siap digerakkan.
“Dukungan dua periode ini bukan sekadar pernyataan politik, tetapi juga bisa dibaca sebagai manuver pertahanan. Ini sinyal bahwa Jokowi masih punya kekuatan tekan sekaligus jaring pengaman politik jika eskalasi terhadap dirinya dan keluarganya terus berkembang,” ujar Iqbal.
Menurut Iqbal, tidak seperti mantan Presiden Megawati dan SBY yang memiliki partai sebagai kendaraan politik jangka panjang, Jokowi tidak memegang kendali struktural atas partai mana pun. Dalam situasi tersebut, kekuatan relawan menjadi instrumen politik utama yang kini kembali dikonsolidasikan.
“Relawan adalah aset politik utama Jokowi. Hari ini, kekuatan itu mulai dirapikan ulang sebagai basis politik alternatif baik untuk menopang pemerintahan Prabowo–Gibran maupun untuk menyiapkan skenario kekuasaan lain yang berada dalam orbit Jokowi,” ungkapnya.
Di sisi lain, dia melihat ini sebagai langkah taktis Jokowi dalam merespons tekanan politik yang diarahkan kepada dirinya dan keluarganya. Mulai dari isu keabsahan ijazah hingga wacana pemakzulan Gibran, semua itu memperkuat kebutuhan Jokowi untuk menunjukkan bahwa dia masih memiliki benteng loyalis yang siap digerakkan.
“Dukungan dua periode ini bukan sekadar pernyataan politik, tetapi juga bisa dibaca sebagai manuver pertahanan. Ini sinyal bahwa Jokowi masih punya kekuatan tekan sekaligus jaring pengaman politik jika eskalasi terhadap dirinya dan keluarganya terus berkembang,” ujar Iqbal.
(jon)
Lihat Juga :