Dewan Perdamaian Gaza: Jalan Damai atau Labirin Geopolitik?

Jum'at, 23 Januari 2026 - 08:09 WIB
loading...
A A A
Selama ini kebijakan luar negeri Indonesia dipandu dengan doktrin bebas dan aktif, yang membuat Indonesia aktif berkontribusi pada perdamaian. Indonesia melalui Presiden Prabowo Subianto yang hadir di acara tersebut menyatakan bahwa partisipasi Indonesia merupakan kesempatan bersejarah untuk membantu rakyat Palestina di Gaza.

Lebih jauh, bagi Indonesia, keterlibatan dalam forum ini dapat dibaca sebagai bagian dari tradisi panjang diplomasi pro-Palestina sekaligus simbol bahwa Jakarta tidak ingin berada di pinggir panggung sejarah. “Peace diplomacy” selalu menarik karena memberi dua keuntungan sekaligus, yaitu legitimasi moral dan akses geopolitik.

Namun, di sinilah satir geopolitik itu terbit. Dewan Perdamaian ala Trump bekerja dengan logika yang hampir mirip dengan private governance: Trump sebagai ketua simbolik, negara-negara yang bergabung sebagai koalisi yang dipilih dengan seleksi tertentu, termasuk anggota permanen mesti membayar USD1 miliar atau setara Rp16,9 triliun, dan juga perencanaan rekonstruksi dinegosiasikan lewat skema yang belum jelas kerangka hukumnya.

Ini menyiratkan seolah-olah perdamaian adalah entitas yang bisa di-franchise dengan adanya brand, investor, operator, dan tentu saja ada target pasar. Dalam praktinya, menuju Pembangunan perdamaian yang sinambung tidak semudah itu.

Di luar tepuk tangan seremonial itu, ada pula risiko dan kerugian yang perlu dibaca dengan kepala dingin. Pertama, soal legitimasi. Inisiatif ini berada di luar arsitektur global PBB. Tanpa definisi hukum yang jelas, Dewan Perdamaian dapat berpotensi menjadi institusi paralel yang justru melemahkan mandat lembaga internasional lain, terutama Dewan Keamanan dan United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) yang selama ini menjadi ujung tombak penanganan Gaza.

Dalam politik internasional, institusi paralel biasanya berumur panjang. Sementara dalam propaganda dan berumur pendek dalam implementasi.

Kedua, soal representasi. Benar bahwa Trump mengajak beberapa negara Muslim turut serta berpartispasi, namun suara yang absen justru lebih menentukan, yaitu rakyat Gaza sendiri.

Tanpa representasi Palestina yang jelas, Dewan Perdamaian berisiko hanya menjadi forum “management of conflict” (mengelola konflik secara sementara) bukan “resolution of conflict” (tidak menyelesaikan akar masalah). Juga, apakah Dewan Perdamaian akan bergerak pada aspek “Konflik Transformasi” (mengubah hubungan yang hancur menjadi hubungan saling menerima dan menghargai).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Macron Puji Prabowo...
Macron Puji Prabowo Punya Sikap Tegas dan Berani Dukung Kemerdekaan Palestina
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Rekomendasi
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Pratama Arhan Gandeng...
Pratama Arhan Gandeng Inka di Pernikahan Jennifer Coppen, Azizah Salsha Hadir Sendiri
Prancis vs Senegal:...
Prancis vs Senegal: Ulangan Kejutan 2002?
Berita Terkini
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved