Dewan Perdamaian Gaza: Jalan Damai atau Labirin Geopolitik?

Jum'at, 23 Januari 2026 - 08:09 WIB
loading...
Dewan Perdamaian Gaza:...
Ridwan Al-Makassary, Dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan Direktur Center of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) UIII. Foto/Dok.Pribadi
A A A
Ridwan Al-Makassary
Dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)
Direktur Center of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) UIII.

PADA 22 Januari 2026, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah membentuk “Board of Peace” (Dewan Perdamaian) untuk Gaza di panggung Davos, Swiss. Sahutan publik dunia terbelah, di mana sebagian bertepuk tangan penuh harapan dan sebagian lainnya justru mengernyitkan dahi sebagai tanda keraguan dan kebingungan.

Kali ini, seperti biasanya, Trump tidak saja membawa kebijakan, tetapi juga di baliknya tampaknya mengusung narasi hegemonik yang menantang bangunan diplomasi multilateral dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di tengah kelelahan dunia menyaksikan tragedi Gaza yang tak kunjung berkesudahan, inisiatif ini terdengar seperti peluit penanda babak baru.

Namun, pertanyaan moral dan strategis yang terbit adalah apakah ini jalan damai atau sekadar labirin geopolitik? Tulisan ini mencoba mendiskusikan keberadaan Dewan Perdamaian ini dari sebuah perspektif yang lebih luas.

Trump menyebut pembentukan Dewan Perdamaian sebagai satu kendaraan untuk menyudahi perang yang berlarut-larut, membangun kembali Gaza yang porak-poranda, dan menciptakan arsitektur regional yang lebih “aman”. Secara retoris, kata “perdamaian” adalah mantra universal yang membuat banyak negara, termasuk negara Muslim, merasa wajib hadir agar “tidak dituduh mengabaikan rakyat Palestina”.

Di sini ada keuntungan potensial, yaitu diplomasi baru menggerakkan kembali modal politik global yang sempat macet, negara-negara Muslim menemukan ruang koordinasi yang lebih nyata, donor internasional punya kanal baru, dan juga rekonstruksi Gaza tidak terjebak dalam birokrasi yang bertele-tele.

Lensa teori realisme memberi penjelasan bahwa sistem internasional adalah arena anarkis di mana negara bertindak atas nama dan demi kepentingan nasional, bukan moralitas. Dalam logika realistis, Dewan Perdamaian bukanlah “altruisme geopolitik”, tetapi dapat dilihat sebagai instrumen untuk memaksimalkan pengaruh Amerika di Timur Tengah, menjaga dominasi terhadap sekutu kunci seperti Israel, sekaligus menahan pengaruh aktor lain seperti Cina dan Iran.

Sebagai satu akibat, “Perdamaian” di sini menjadi instrumen kekuasaan, bukan tujuan etis. Itu sebabnya Dewan ini diluncurkan bukan dari markas PBB, tetapi dari Davos, yang merupakan simbol ekonomi-politik global yang identik dengan kekuatan, bukan legitimasi internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Macron Puji Prabowo...
Macron Puji Prabowo Punya Sikap Tegas dan Berani Dukung Kemerdekaan Palestina
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Rekomendasi
UMB Gelar GEN Z SPEAKS:...
UMB Gelar GEN Z SPEAKS: Aware or Controlled?, Hadirkan Pandji hingga Rian Fahardhi
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
Sambut Liburan Sekolah,...
Sambut Liburan Sekolah, Central Park 2 Hadirkan Dunia Manis dan Menggemaskan melalui Tuntunzai Capybara Chocolate
Berita Terkini
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei pada 9 Juli
Cak Imin Bangga, Luluk...
Cak Imin Bangga, Luluk Nur Hamidah Resmi Sandang Gelar Doktor Sosiologi UI
Polri Usut Dugaan Korupsi...
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Pasokan Batu Bara yang Bikin Pemadaman Listrik Bergilir
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Banggar Ungkap Anggaran...
Banggar Ungkap Anggaran MBG Turun pada RAPBN 2027, Jadi Rp174 Triliun
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved