Pemimpin Muda Singapura dan Indonesia Perkuat Hubungan Kohesi Sosial
Kamis, 22 Januari 2026 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Jamuan makan malam pembukaan program dihadiri Thomas Ardian Siregar, Charge d’Affaires, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.
“Singapura dan Indonesia mungkin berbeda dalam skala dan konteks, tetapi kita dipersatukan oleh nilai-nilai bersama seperti harmoni, keberagaman, dan saling menghormati. Melalui program seperti BRIDGE, para pemimpin muda tidak hanya saling belajar, tetapi juga membangun hubungan dan empati yang dibutuhkan untuk memperkuat kohesi sosial serta melanjutkan dan mempererat hubungan bilateral kedua Negara,” katanya.
Corinna Chan, Chief Executive Officer Singapore International Foundation mengatakan, di seluruh kawasan ASEAN, masyarakat kita semakin saling terhubung sekaligus semakin beragam, dan para pemimpin muda memegang peran penting dalam menjembatani perbedaan melalui empati dan saling memahami.
“BRIDGE bukan sekadar program pertukaran melainkan katalis kolaborasi yang mempertemukan anak muda dari Singapura dan Indonesia untuk berbagi gagasan, menantang perspektif, serta bersama-sama merumuskan solusi guna memperkuat fondasi kohesi sosial. Komitmen para peserta dinilai mencerminkan harapan bagi masa depan yang inklusif, tangguh, dan bersatu,” ungkapnya.
Kiprah SIF di Indonesia dimulai sejak 1992 dengan fokus awal pada proyek-proyek penguatan kapasitas di bidang kesehatan dan pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, SIF juga memperluas inisiatifnya ke bidang iklim dan pengembangan pemuda.
Secara global, program BRIDGE berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Tujuan 4 yaitu pendidikan berkualitas dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua, serta Tujuan 17 yaitu kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.
“Singapura dan Indonesia mungkin berbeda dalam skala dan konteks, tetapi kita dipersatukan oleh nilai-nilai bersama seperti harmoni, keberagaman, dan saling menghormati. Melalui program seperti BRIDGE, para pemimpin muda tidak hanya saling belajar, tetapi juga membangun hubungan dan empati yang dibutuhkan untuk memperkuat kohesi sosial serta melanjutkan dan mempererat hubungan bilateral kedua Negara,” katanya.
Corinna Chan, Chief Executive Officer Singapore International Foundation mengatakan, di seluruh kawasan ASEAN, masyarakat kita semakin saling terhubung sekaligus semakin beragam, dan para pemimpin muda memegang peran penting dalam menjembatani perbedaan melalui empati dan saling memahami.
“BRIDGE bukan sekadar program pertukaran melainkan katalis kolaborasi yang mempertemukan anak muda dari Singapura dan Indonesia untuk berbagi gagasan, menantang perspektif, serta bersama-sama merumuskan solusi guna memperkuat fondasi kohesi sosial. Komitmen para peserta dinilai mencerminkan harapan bagi masa depan yang inklusif, tangguh, dan bersatu,” ungkapnya.
Kiprah SIF di Indonesia dimulai sejak 1992 dengan fokus awal pada proyek-proyek penguatan kapasitas di bidang kesehatan dan pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, SIF juga memperluas inisiatifnya ke bidang iklim dan pengembangan pemuda.
Secara global, program BRIDGE berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Tujuan 4 yaitu pendidikan berkualitas dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua, serta Tujuan 17 yaitu kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.
(jon)
Lihat Juga :