Pemimpin Muda Singapura dan Indonesia Perkuat Hubungan Kohesi Sosial

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:45 WIB
loading...
Pemimpin Muda Singapura...
Sebanyak 30 pemimpin muda dari Singapura dan Indonesia berkumpul di Singapura pada 12-16 Januari 2026 dalam program Bilateral Relations and Intercultural Dialogue for Growth and Empowerment (BRIDGE). Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Sebanyak 30 pemimpin muda dari Singapura dan Indonesia berkumpul di Singapura pada 12-16 Januari 2026 dalam program Bilateral Relations and Intercultural Dialogue for Growth and Empowerment (BRIDGE). Sebuah program pertukaran kepemimpinan pemuda bilateral yang diselenggarakan Singapore International Foundation (SIF).

Program BRIDGE mempertemukan 16 pemimpin muda dari Singapura dan 14 pemimpin muda dari Indonesia yang disatukan oleh komitmen bersama memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat multikultural. Melalui pertukaran lintas budaya yang berlangsung secara imersif dan dialog yang kolaboratif, para peserta berkesempatan saling memahami satu sama lain serta membangun persahabatan jangka panjang yang mendukung perdamaian, inklusivitas, dan kemajuan di berbagai komunitas.

Mengusung tema “Fostering Social Cohesion in a Multicultural Society”, program ini menghadirkan rangkaian kegiatan pembelajaran diskusi panel dan lokakarya penguatan kapasitas yang dikurasi. Berbagai sesi tersebut memberikan pemahaman nyata tentang penerapan praktik kohesi sosial sekaligus membekali peserta dengan keterampilan praktis dan perspektif baru untuk mendorong perubahan sosial yang positif di komunitas mereka.

Pengalaman pembelajaran imersif yang dirancang untuk memperdalam pemahaman peserta tentang komunitas inklusif dan kohesif meliputi:

- Kepedulian dan Inklusi Komunitas
Tur dengan berjalan kaki bertema sosial yang dipandu oleh social impact hub The Foundry, mengeksplorasi bagaimana inisiatif akar rumput mendorong kepedulian dan inklusi komunitas di kawasan Selegie–Prinsep, sebuah distrik sipil bersejarah di pusat Singapura.
- Perumahan Publik di Jantung Kota
Kunjungan menyusuri Toa Payoh, kawasan pertama di Singapura yang sepenuhnya dikembangkan sebagai perumahan publik, mengajak peserta memahami bagaimana perumahan publik, institusi komunitas, dan kehidupan sehari-hari masyarakat turut membentuk Singapura modern.
- Praktik Keharmonian Antaragama
Kunjungan ke galeri edukasi publik Harmony in Diversity Gallery yang menampilkan pendekatan multiagama Singapura dalam membangun budaya saling memahami dan harmoni antarumat beragama.
- Bercerita untuk Dialog Inklusif
Lokakarya berbasis pengalaman yang difasilitasi oleh perusahaan sosial kreatif dan platform penceritaan The Black Sampan, yang menunjukkan bagaimana cerita digital, makanan, dan budaya dapat menjadi sarana membangun percakapan yang inklusif.

Para peserta juga mengikuti diskusi panel yang membahas dasar-dasar kohesi sosial dari perspektif generasi muda serta pendekatan dalam menumbuhkan kepemimpinan pemuda yang inklusif di masa depan. Melalui diskusi yang difasilitasi, peserta mengeksplorasi solusi praktis atas berbagai tantangan sosial yang dihadapi di komunitas dan ekosistem masing-masing.

Dirancang sebagai pengalaman belajar kolaboratif, program yang berlangsung di Singapura ini memungkinkan peserta dari Singapura dan Indonesia untuk bertukar pandangan mengenai isu sosial yang dihadapi bersama. Hal ini mendorong terbangunnya sikap saling memahami, refleksi kritis, serta hubungan antarmasyarakat yang bermakna.

“Berinteraksi langsung dengan berbagai inisiatif komunitas bersama rekan-rekan dari Indonesia membuat saya berhenti sejenak dan merenungkan lebih dalam makna membangun kepercayaan dan pemahaman lintas perbedaan. Mendengarkan cerita dari teman-teman Indonesia juga mengingatkan saya bahwa meskipun konteks kita berbeda, tantangan terkait inklusi dan saling memahami bersifat universal ini adalah perjalanan yang dimulai dari empati dan berlanjut dengan aksi,” ujar Amalina Binte Abdul Nasir, Wakil Presiden MENDAKI Club, peserta asal Singapura.

“Apa yang kami alami di sini bukanlah proses pembelajaran satu arah melainkan refleksi dan dialog bersama. Program ini memberi kami kesempatan untuk saling belajar dari pengalaman masing-masing dan melihat bagaimana berbagai pendekatan dapat diterapkan dalam masyarakat yang beragam. Ini bukan sekadar dialog, tetapi membangun koneksi nyata dan mencari cara untuk bersama-sama menciptakan komunitas inklusif,” kata Budy Sugandi, Direktur Buperta Pramuka, peserta asal Indonesia.

Para peserta juga merefleksikan pengalaman pembelajaran yang secara khusus memperdalam pemahaman antarbudaya dan antaragama.

“Kunjungan ke Harmony in Diversity Gallery membantu saya lebih memahami bagaimana Singapura mengatur keberagaman agama dan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar rekan-rekan dari Singapura berbagi pengalaman pribadi membuat diskusinya terasa sangat nyata dan menjadi momen bermakna untuk bersama-sama merefleksikan kesamaan yang dimiliki masyarakat kita sekaligus keunikan masing-masing di Indonesia dan Singapura,” ujar Ulfatun Hasanah, Program Officer INKLUSI Lakpesdam NU, peserta asal Indonesia.

“Mengikuti rangkaian Layered Trails yang dikurasi The Foundry bersama rekan-rekan dari Indonesia memberi saya pemahaman yang lebih mendalam mengenai isu-isu sosial di negara saya sendiri sekaligus membuka wawasan terhadap tantangan yang dihadapi para peserta dari negara lain. Saya semakin menyadari bahwa isu-isu seperti hidup berkualitas di usia lanjut, integrasi masyarakat yang beragam, dan pelestarian warisan budaya merupakan tantangan bersama di berbagai negara,” kata peserta asal Singapura Chua Hon Wei Marcus, Harvard Graduate School of Education.

Jamuan makan malam pembukaan program dihadiri Thomas Ardian Siregar, Charge d’Affaires, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.

“Singapura dan Indonesia mungkin berbeda dalam skala dan konteks, tetapi kita dipersatukan oleh nilai-nilai bersama seperti harmoni, keberagaman, dan saling menghormati. Melalui program seperti BRIDGE, para pemimpin muda tidak hanya saling belajar, tetapi juga membangun hubungan dan empati yang dibutuhkan untuk memperkuat kohesi sosial serta melanjutkan dan mempererat hubungan bilateral kedua Negara,” katanya.

Corinna Chan, Chief Executive Officer Singapore International Foundation mengatakan, di seluruh kawasan ASEAN, masyarakat kita semakin saling terhubung sekaligus semakin beragam, dan para pemimpin muda memegang peran penting dalam menjembatani perbedaan melalui empati dan saling memahami.

“BRIDGE bukan sekadar program pertukaran melainkan katalis kolaborasi yang mempertemukan anak muda dari Singapura dan Indonesia untuk berbagi gagasan, menantang perspektif, serta bersama-sama merumuskan solusi guna memperkuat fondasi kohesi sosial. Komitmen para peserta dinilai mencerminkan harapan bagi masa depan yang inklusif, tangguh, dan bersatu,” ungkapnya.

Kiprah SIF di Indonesia dimulai sejak 1992 dengan fokus awal pada proyek-proyek penguatan kapasitas di bidang kesehatan dan pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, SIF juga memperluas inisiatifnya ke bidang iklim dan pengembangan pemuda.

Secara global, program BRIDGE berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Tujuan 4 yaitu pendidikan berkualitas dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua, serta Tujuan 17 yaitu kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
UMB Perkuat Diplomasi...
UMB Perkuat Diplomasi Kreatif Indonesia-Tiongkok, Pamerkan 100 Karya Desain Merek Inovatif
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved