Satgas Percepatan Rehabilitasi Pakai 7 Indikator untuk Pantau Pemulihan Pascabencana Aceh-Sumatera

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:50 WIB
loading...
Satgas Percepatan Rehabilitasi...
Pemerintah pusat melakukan pemulihan pascabencana banjir yang melanda Aceh dan Sumatera dengan berdasarkan 7 indikator yang telah ditetapkan. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Pemerintah pusat melakukan pemulihan pascabencana banjir yang melanda Aceh dan Sumatera dengan berdasarkan 7 indikator yang telah ditetapkan. Tujuh indikator tersebut dibuat guna memastikan seluruh fungsi pemerintahan dan layanan dasar kembali berjalan normal.

“Untuk melihat perkembangan kondisi progres pelaksanaan pemerintahan kemudian berbagai aktivitas di 52 kabupaten dan kota terdampak, maka ada 7 indikator yang akan kita lihat,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi Bencana Aceh-Sumatera Amran di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Indikator pertama yakni pemerintahan dengan memantau dan memastikan aktivitas di level provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan sudah aktif kembali untuk melayani masyarakat.

Baca juga: Pengamat: Rangkaian Kebijakan Mendagri Krusial untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

Indikator kedua pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan yang menjadi prioritas utama. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan, hampir seluruh fasilitas kesehatan telah berfungsi di dalam gedung.

“Kemudian indikator berikutnya terkait sarpras, sarana prasarana Pendidikan baik tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Madrasah, dan Pondok Pesantren. Ini juga kita lihat kondisinya, kita update tiap hari laporan dari daerah kita terima setiap hari,” ungkap Amran.

Menurut dia, aksesibilitas dan infrastruktur jalan menjadi indikator ketiga. Berdasarkan laporan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), konektivitas di wilayah bencana mulai membaik.

Seluruh jalur nasional saat ini telah berfungsi 100 persen. Sementara, jalan provinsi dan kabupaten, sebagian besar sudah bisa dilalui namun masih ada beberapa titik yang dalam tahap perbaikan.

Kemudian, indikator keempat adalah aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah terus memantau denyut ekonomi di lapangan guna memastikan warga kembali beraktivitas.

Beberapa fasilitas ekonomi yang dipantau di antaranya pasar, restoran, warung, kafe, serta sektor pariwisata seperti hotel dan penginapan.

“Sehingga aktivitas ekonomi masyarakat setempat itu sudah berjalan atau tidak. Ini merupakan indikator keempat yang kami lihat,” ucapnya.

Sementara, aspek sosial dan kelompok rentan menjadi indikator kelima mencakup pemantauan terhadap rumah ibadah serta perlindungan bagi kelompok rentan.

Amran menuturkan data tersebut diperbarui secara berkala melalui laporan langsung dari pemerintah daerah setempat. Keenam yakni layanan dasar dan energi mencakup kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi melalui pengecekan berkala pada SPBU dan ketersediaan BBM, pasokan listrik atau ketersediaan gas serta layanan air bersih (PDAM) dan jaringan internet.

Terakhir, indikator ketujuh normalisasi sungai yang dilakukan sebagai langkah jangka panjang dan mitigasi susulan mengingat kondisi geografis daerah terdampak, maka pembersihan dan pemulihan fungsi sungai dipantau secara intensif untuk mencegah dampak bencana lebih lanjut.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
Satgas PRR dan DPR Tegaskan...
Satgas PRR dan DPR Tegaskan 37 Lokasi di Aceh Tamiang Siap Dibangun Huntap
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Momen Penghuni Huntara...
Momen Penghuni Huntara Jamur Ujung Aceh Bersyukur Dapat Bantuan Peralatan Dapur
Urgensi Green Campus...
Urgensi Green Campus di Tengah Krisis Ekologis
MY Esti PDIP Soroti...
MY Esti PDIP Soroti Nasib Pendidikan Anak setelah Bencana Sumatera
Banjir Tapanuli Tengah...
Banjir Tapanuli Tengah Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Rekomendasi
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Kisah Unik Syifa Hadju,...
Kisah Unik Syifa Hadju, Afgan, Sheila Dara, dan Baskara di Balik Secangkir Kopi
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Berita Terkini
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Hakim Tolak JPU soal...
Hakim Tolak JPU soal Uang Pengganti Rp4,8 Triliun ke Nadiem, Rekomendasikan Jalur TPPU
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Kita Tidak Ada Sponsor, Bohir Kita Hanya Allah
Vonis Nadiem Makarim,...
Vonis Nadiem Makarim, Kejaksaan Dinilai Cerdas Bongkar Korupsi Kebijakan Chromebook
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved