Presiden Buruh: Pilkada lewat DPRD Hanya Untungkan Bandar Politik

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:58 WIB
loading...
Presiden Buruh: Pilkada...
Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyatakan elemen buruh secara tegas menolak usulan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) lewat DPRD. Foto: Felldy Utama
A A A
JAKARTA - Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyatakan elemen buruh secara tegas menolak usulan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) lewat DPRD. Buruh meyakini perubahan mekanisme pemilihan itu justru tak membuat biaya politik lebih murah sebagaimana yang disebutkan para pengusul.

Menurut dia, pilkada melalui DPRD justru membuat lebih mahal biaya politik. Pasalnya, para calon kepala daerah harus membeli suara anggota DPRD.

Baca juga: Pilkada melalui DPRD Merampas Kedaulatan Rakyat

"Menurut keyakinan buruh, setiap anggota DPRD bisa dibeli," ujar Said di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Kondisi ini akan menjadi pintu masuk bagi bandar politik yang memiliki kepentingan di daerah tersebut untuk ikut ambil bagian membantu calon kepala daerah yang didukungnya dari belakang layar.

"Si bandar-bandar, toke-toke politik itu lebih mudah membayar anggota DPRD dengan jumlah tertentu dibandingin katakanlah ada dugaan membeli suara rakyat," kata Said.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) itu menegaskan rakyat tidak bisa dibohongi lagi. Rakyat tak ingin kembali ke zaman Orde Baru.

Untuk itu, secara tegas Partai Buruh bersama elemen buruh menolak usulan pilkada lewat DPRD sebagaimana disuarakan para elite politik.

"Wong Gubernur dipilih oleh rakyat langsung saja tidak mau mendengarkan suara rakyat apalagi nanti dipilih DPRD. Bisa dipastikan kembali ke Orde Baru. Para bupati, wali kota dan wakilnya, gubernur dan wakilnya hanya tunduk dan takut kepada DPRD," ungkapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
Rekomendasi
Lesti Kejora Dukung...
Lesti Kejora Dukung Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Perselingkuhan
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Berita Terkini
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Pakar: Untuk Kebutuhan Penyidikan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Jokowi Janji Bawa Ijazah Asli ke Persidangan
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved