Kemendagri Ajak Kepala Daerah Wujudkan Asta Cita Ketahanan Pangan
Kamis, 15 Januari 2026 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Akmal, Indonesia memiliki bonus demografi untuk menyongsong Indonesia Emas Tahun 20245. Untuk itu semua kalangan harus ikut menyiapkan sumber daya manusia (SDM) generasi muda yang berkualitas dan memahami bagaimana membangun Indonesia dimulai dari diri sendiri untuk menciptakan kemandirian bangsa dengan memulai satu hal yakni ketahanan pangan.
Baca juga: Asta Cita Prabowo Jadikan Kampung Nelayan dan Teknologi Maritim Pilar Ketahanan Pangan Nasional
Akmal mengingatkan bahwa Indonesia sejak dahulu dikenal sebagai negara agraris yang pertaniannya bagus. Namun celakanya saat ini hampir semua orang lupa melakukan regenerasi budaya agraris kepada generasi penerus, anak-anak bangsa. Saat ini jumlah petani Indonesia, baik petani maupun peternakan jumlahnya kurang lebih 5,1 juta orang dan mereka semua umumnya adalah orang yang sudah tua.
"Indonesia punya potensi bonus demografi anak-anak muda. Saya mencatat ada kurang lebih 80 juta anak usia sekolah mulai dari SMP hingga SMA di seluruh Indonesia. Pemikiran saya bagaimana seandainya kepada 80 juta anak sekolah ini mereka diberikan pendidikan bagaimana mewujudkan ketahanan pangan. Tidak usah muluk-uluk semuanya tapi 50% saja, berarti sekitar 40 juta anak masing-masing diberikan pendidikan sesuatu khusus dari sekolah untuk menanam 1 pohon. Dari situ akan tumbuh budaya menanam untuk ketahanan pangan," kata Akmal.
Dia berharap setiap kepala daerah dapat berinovasi menciptakan kegiatan bagi anak-anak usia sekolah, sejak dini diajarkan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Salah satu contoh sederhana misalnya menanam pohon cabai. Diketahui harga cabai merupakan salah satu faktor penyumbang inflasi dalam perenomian nasional.
Baca juga: Asta Cita Prabowo Jadikan Kampung Nelayan dan Teknologi Maritim Pilar Ketahanan Pangan Nasional
Akmal mengingatkan bahwa Indonesia sejak dahulu dikenal sebagai negara agraris yang pertaniannya bagus. Namun celakanya saat ini hampir semua orang lupa melakukan regenerasi budaya agraris kepada generasi penerus, anak-anak bangsa. Saat ini jumlah petani Indonesia, baik petani maupun peternakan jumlahnya kurang lebih 5,1 juta orang dan mereka semua umumnya adalah orang yang sudah tua.
"Indonesia punya potensi bonus demografi anak-anak muda. Saya mencatat ada kurang lebih 80 juta anak usia sekolah mulai dari SMP hingga SMA di seluruh Indonesia. Pemikiran saya bagaimana seandainya kepada 80 juta anak sekolah ini mereka diberikan pendidikan bagaimana mewujudkan ketahanan pangan. Tidak usah muluk-uluk semuanya tapi 50% saja, berarti sekitar 40 juta anak masing-masing diberikan pendidikan sesuatu khusus dari sekolah untuk menanam 1 pohon. Dari situ akan tumbuh budaya menanam untuk ketahanan pangan," kata Akmal.
Dia berharap setiap kepala daerah dapat berinovasi menciptakan kegiatan bagi anak-anak usia sekolah, sejak dini diajarkan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Salah satu contoh sederhana misalnya menanam pohon cabai. Diketahui harga cabai merupakan salah satu faktor penyumbang inflasi dalam perenomian nasional.
Lihat Juga :