Prof Gun Gun Heryanto Sebut Komunikasi Politik Digital Masuk Era Konvergensi Simbolik

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:36 WIB
loading...
Prof Gun Gun Heryanto...
Guru Besar Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Gun Gun Heryanto menyebut realitas politik di Indonesia saat ini tidak lagi terbentuk dalam lembaga formal. Foto/Felldy Utama
A A A
JAKARTA - Guru Besar Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Gun Gun Heryanto menyebut realitas politik di Indonesia saat ini tidak lagi terbentuk dalam lembaga formal, tapi juga bisa melalui interaksi simbolik di dalam ruang digital. Hal ini menjadi bagian yang ditekankan dari orasi ilmiah Gun Gun dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar.

Dia mengangkat sebuah tajuk ''Konvergensi Simbolik Dalam Komunikasi Politik Digital Kontemporer: Pendekatan Tindakan Komunikatif Untuk Menguatkan Ruang Publik Baru di Era Cyberdemocracy'. “Saya melihat dalam Riset saya itu fenomena konvergensi simbolik. Di mana, ada kesadaran berbagi yang ditautkan lewat narasi dan communication privacy management di ruang digital,” kata Gun Gun usai pengukuhan Guru Besar di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Dia menjelaskan bahwa ruang digital telah bertransformasi menjadi kanal artikulasi pikiran dan tindakan politik yang sangat kuat. Hal ini terkadang memunculkan fenomena konvergensi simbolik. Denomena ini ada ketika kesadaran kolektif masyarakat terbangun melalui narasi dan simbol yang dibagikan secara masif di media sosial.

Baca juga: Gun Gun Heryanto Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Resmi Sandang Gelar Profesor Komunikasi Politik



Contoh nyata dari fenomena ini diantaranya, kasus Arab Spring di Timur Tengah hingga Umbrella Movement di Hong Kong. Media sosial menjadi artikulator gerakan ekstraparlementer.

Bahkan, kata dia, di Indonesia sendiri fenomena ini semakin nyata. Gerakan digital tidak lagi sekadar stimulan, melainkan telah mewujud menjadi tindakan komunikatif mayarakat.

"Contohnya seperti dalam kasus Affan Kurniawan, kasus Peringatan Darurat waktu merespons revisi Undang-Undang Pilkada, kemudian saat menolak kenaikan PPN menjadi 12%, bahkan 17+8. Ini contoh-contoh dari gerakan di media sosial, itu sekarang tidak bisa diabaikan," ujarnya.

Meski begitu, ia juga memberikan catatan kritis bahwa ruang digital memiliki sisi gelap yang perlu diwaspadai, seperti lahirnya bubble politik (gelembung informasi), hoaks, ujaran kebencian, hingga praktik doxing.

Menghadapi tantangan tersebut, Gun Gun memandang bahwa diperlukan dialog rasional yang berkelanjutan berbasis literasi. Ia menyoroti pentingnya peran diseminator, publicist, hingga hacktivist untuk mengarahkan energi digital guna memperkuat peradaban demokrasi, bukan justru merusaknya.

"Contohnya dalam diskusi-diskusi dihidupkan lagi nalar kritis, kemudian kebiasaan untuk mengkomparasikan sumber-sumber informasi, terlebih di masyarakat kita yang lebih mayoritas masyarakat ya itu lebih banyak general public atau masyarakat awam, yang mudah terpapar oleh paparan negatif seperti misalnya ekstremisme, atau mungkin juga hoaks atau mungkin juga hate speech," tuturnya.

Karena itu, menurut Gun Gun, dibutuhkan kesadaran partisipatoris dan tanggung jawab sosial. Penggunaan media sosial diharapkan tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk kepentingan publik (sense of public).

"Saya dalam orasi tadi menyebut perlunya tindakan komunikatif, refleksi, sekaligus nalar kritis supaya kemudian terhindar dari perilaku kolektif," ucap Gun Gun.

Dalam kesempatan ini, Gun Gun membedakan antara perilaku kolektif dan gerakan sosial. Menurutnya, perilaku kolektif seringkali hanya didasari oleh ketertularan emosi, sementara gerakan sosial yang sejati harus bertumpu pada kesadaran.

“Contohnya misalnya gerakan sosial untuk melakukan kritik, melakukan gerakan ekstraparlementer, gerakan sosial untuk melakukan perubahan mendasar atau fundamental," tutur Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa...
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa Fisip Unpas Lebih Kritis Hadapi Disrupsi Digital
Wakapolri Ungkap Ancaman...
Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital
Manuver Dua Kaki China...
Manuver Dua Kaki China di Panggung Global
Gagas Forum Dialog,...
Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Rekomendasi
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Rekomendasi Judul Microdrama...
Rekomendasi Judul Microdrama China di V+Short, Ceritanya Singkat tapi Bikin Nagih
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
Berita Terkini
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved