Prabowo Minta TNI-Polri Dukung Pelaksanaan Sekolah Rakyat
Rabu, 14 Januari 2026 - 11:45 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto meminta keterlibatan aktif TNI dan Polri mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu secara gratis. Foto/BPMI Setpres
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta keterlibatan aktif TNI dan Polri untuk mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat. Diketahui, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan tanpa biaya untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan berkualitas.
Prabowo menyatakan bahwa dukungan dari TNI-Polri diperlukan bukan hanya dalam aspek operasional, tetapi juga dalam pembinaan karakter peserta didik. Ia mendorong agar anggota TNI dan Polri tidak hanya hadir tapi juga berperan dalam memberi teladan bagi para siswa.
Baca juga: Prabowo Kagum Lihat Anak Cleaning Service hingga Ojol Orasi 4 Bahasa Asing
“Saya minta juga bantuan TNI dan Polri secara bergilir mungkin mengirim beberapa perwira untuk bantu. Mungkin dikunjungi, bergiliran dan dibina, diberi cara berpakaian yang baik, cara pakai dasi yang baik ya, cara pakai baret yang baik,” kata Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat, dikutip Rabu (14/1/2026).
Menurut Prabowo, pengalaman dalam disiplin dan ketertiban yang dimiliki oleh TNI dan Polri bisa menjadi modal penting dalam menguatkan karakter anak-anak yang mengikuti program ini. Ia mencontohkan bagaimana mereka bisa mengajarkan hal-hal sederhana namun penting seperti cara berpakaian rapi dan disiplin dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Selain itu, Prabowo turut mengingatkan para guru agar selalu menjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya, khususnya dalam menanamkan nilai kedisiplinan yang menjadi bagian utama dari pembentukan karakter anak.
Baca juga: Prabowo Kritik Teori Neoliberal: Netesnya 300 Tahun, Kita Sudah Mati Semua!
“Semua unsur yang bekerja keras untuk sekolah rakyat. Terima kasih anak-anakku atas semangatmu. Guru-guru terima kasih, kepala sekolah terima kasih. Saya minta dibina dengan baik. Guru harus selalu memberi contoh. Ya. Guru harus memberi contoh. Saya minta para guru selalu memberi yang terbaik, memberi contoh. Tampil di depan murid harus dalam keadaan yang baik, yang tertib, yang rapi ya,” katanya.
Tak hanya itu, Kepala Negara juga meminta agar jajaran menteri terkait seperti Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya hingga Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bekerja sama mengatasi kendala yang masih ada, seperti kekurangan fasilitas sekolah dan perlengkapan pembelajaran, sehingga program ini bisa berjalan optimal.
“Saya minta Seskab dan Mensesneg bantu, Mensos bantu, Menko-Menko diatur nanti. Kalau kita lihat, kita kunjungi, kita lihat lagi yang kurang apa, kita perbaiki ya kan. Kalau ada baret-baret yang kekecilan, diganti yang tidak kekecilan ya,” ujarnya.
Prabowo menilai Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan dan mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah menargetkan pembukaan 500 sekolah Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia hingga tahun 2029.
Prabowo menyatakan bahwa dukungan dari TNI-Polri diperlukan bukan hanya dalam aspek operasional, tetapi juga dalam pembinaan karakter peserta didik. Ia mendorong agar anggota TNI dan Polri tidak hanya hadir tapi juga berperan dalam memberi teladan bagi para siswa.
Baca juga: Prabowo Kagum Lihat Anak Cleaning Service hingga Ojol Orasi 4 Bahasa Asing
“Saya minta juga bantuan TNI dan Polri secara bergilir mungkin mengirim beberapa perwira untuk bantu. Mungkin dikunjungi, bergiliran dan dibina, diberi cara berpakaian yang baik, cara pakai dasi yang baik ya, cara pakai baret yang baik,” kata Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat, dikutip Rabu (14/1/2026).
Menurut Prabowo, pengalaman dalam disiplin dan ketertiban yang dimiliki oleh TNI dan Polri bisa menjadi modal penting dalam menguatkan karakter anak-anak yang mengikuti program ini. Ia mencontohkan bagaimana mereka bisa mengajarkan hal-hal sederhana namun penting seperti cara berpakaian rapi dan disiplin dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Selain itu, Prabowo turut mengingatkan para guru agar selalu menjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya, khususnya dalam menanamkan nilai kedisiplinan yang menjadi bagian utama dari pembentukan karakter anak.
Baca juga: Prabowo Kritik Teori Neoliberal: Netesnya 300 Tahun, Kita Sudah Mati Semua!
“Semua unsur yang bekerja keras untuk sekolah rakyat. Terima kasih anak-anakku atas semangatmu. Guru-guru terima kasih, kepala sekolah terima kasih. Saya minta dibina dengan baik. Guru harus selalu memberi contoh. Ya. Guru harus memberi contoh. Saya minta para guru selalu memberi yang terbaik, memberi contoh. Tampil di depan murid harus dalam keadaan yang baik, yang tertib, yang rapi ya,” katanya.
Tak hanya itu, Kepala Negara juga meminta agar jajaran menteri terkait seperti Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya hingga Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bekerja sama mengatasi kendala yang masih ada, seperti kekurangan fasilitas sekolah dan perlengkapan pembelajaran, sehingga program ini bisa berjalan optimal.
“Saya minta Seskab dan Mensesneg bantu, Mensos bantu, Menko-Menko diatur nanti. Kalau kita lihat, kita kunjungi, kita lihat lagi yang kurang apa, kita perbaiki ya kan. Kalau ada baret-baret yang kekecilan, diganti yang tidak kekecilan ya,” ujarnya.
Prabowo menilai Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan dan mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah menargetkan pembukaan 500 sekolah Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia hingga tahun 2029.
(shf)
Lihat Juga :