Prabowo Kritik Teori Neoliberal: Netesnya 300 Tahun, Kita Sudah Mati Semua!

Senin, 12 Januari 2026 - 15:39 WIB
loading...
Prabowo Kritik Teori...
Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap konsep pertumbuhan ekonomi ala neoliberal yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi Indonesia. Foto/BPMI Setpres
A A A
BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap konsep pertumbuhan ekonomi ala neoliberal yang meyakini kekayaan di lapisan atas piramida ekonomi akan menetes secara alami ke masyarakat bawah. Menurut Prabowo pendekatan tersebut tidak sesuai dengan kondisi Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Ia menilai Indonesia membutuhkan pendekatan pembangunan yang berbeda mengingat sejarah panjang penjajahan serta kondisi sosial yang masih memerlukan pemerataan secara cepat.

Baca juga: Indonesia Tidak Menganut Neoliberal, Prabowo: Ekonomi Kita Pancasila

“Cara berpikir dan cara berpikir tentang bernegara, cara berpikir tentang pembangunan yang konvensional, yang normatif adalah membangun pertumbuhan, ya, dan ada pemikiran selama ini, ya, pemikiran neoliberal, biar yang kaya enggak apa-apa 0,1%. Lama-lama, menurut teori ini, karena pertumbuhan kekayaan menumpuk, enggak apa-apa menumpuk di atas, lama-lama akan menetes ke bawah,” ujar Prabowo.



Neoliberalisme sendiri merupakan paham ekonomi-politik yang menekankan mekanisme pasar bebas, deregulasi, privatisasi, serta pengurangan peran negara dalam aktivitas ekonomi. Ideologi ini berkembang sejak akhir abad ke-20 sebagai kelanjutan dari liberalisme klasik dan hingga kini masih menjadi perdebatan karena dampaknya terhadap perekonomian global dan kehidupan sosial masyarakat.

Prabowo menegaskan, teori tersebut tidak realistis jika diterapkan pada negara dengan jumlah penduduk besar seperti Indonesia. “Nah ini teori. Tapi kenyataannya netesnya kapan sampai ke bawah? Jangan-jangan netesnya 300 tahun, kita sudah mati semua. Ini menurut saya tidak tepat,” tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Rekomendasi
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Jelang Lawan Arab Saudi,...
Jelang Lawan Arab Saudi, Yamal Belum Siap Main 90 Menit
Berita Terkini
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Infografis
5 Makanan Ini Bisa Membuat...
5 Makanan Ini Bisa Membuat Kita Terlihat 10 Tahun Lebih Tua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved